Bismillah.. Luka Bernama Putus Asa Seringkali rasa rendah diri mendominasi segumpal daging yang disebut "hati". Membuat hati sesak dan jiwa raga seakan tak berdaya. Perasaan " tidak mampu ", " takut salah ", " tak berguna ", " tak sehebat orang lain ", " tidak layak " dan perasaan2 buruk lain terus menyeruak, memenuhi ruang hati yang entah bagaimana menimbulkan kesesakan dan ketakutan mengambil langkah atau sekedar mengambil keputusan. Minumbulkan gelombang keputusasaan akan bagaimana diri ini berkembang, apakah bisa sukses dan menghidupkan harapan2?.. Lagi dan lagi, harapan tenggelam ditelikung luka keputusasaan.. Lalu, aku coba mengintip hidup orang lain. Dengan meihat kehidupan sosial media, atau menonton pertunjukan pidatonya, atau dengan menguping cerita kehebatannya dari mulut ke mulut. Nahas, bak luka disiram garam, perasaanku makin ciut saja. Ibarat gelombang gempa susulan yang meluluh lantakan bangunan yang sudah be...
Tulisan random mengenai hati, pikiran dan pengalaman.