Langsung ke konten utama

Postingan

Kebenaran

Bismillah.. Apakah kebenaran itu adalah yang orang lain katakan? Apakah kemenangan itu adalah yang orang lain kagumkan? Itu hanya akan melelahkan, Ya kupikir begitu, aku hanya ingin bahagia dengan hidup, dan bersyukur atas apa apa yang aku capai, Mencintai diri sendiri , dan membalas cinta dari orang2 yang mencintaiku, lalu berdamai dan membiarkan orang2 yang menghianatiku pergi dan tak bersemayam di sebagian relung pikiranku. Setiap orang memiliki waktu yang sama dalam hidup, kita semua merasakan kemarin merasakan hari ini dan mungkin memiliki esok. Itu saja, sangat sederhana. Melelahkan menjadikan kebenaran adalah apa yang orang lain katakan, Dan menjadikan rasa syukur adalah apa yang orang lain capai. Mencintai diri sendiri, menjadi lebih baik , the best of you, bukankah lebih membahagiakan. Mencapai surga dengan keimanan setelah kerinduan yang amat panjang, Menjalani dunia dengan jalan kebahagian bukan ambisi menjadi bahagia, tapi jalanilah dengan bahagia, Menopa...
Postingan terbaru

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

My new perspective about saying “NO”

Bismillah.. Terkadang kita merasa berjasa dan bersyukur karena selalu menjadi jawaban atas pertanyaan orang. Karena selalu menjadi balok pengisi kekosongan. Karena menjadi sosok siaga atas situasi darurat.  Awalnya terasa wajar karena menyenangkan. Karena melihat orang2 senang dan mengapresiasi. Lama2 apakah masih wajar? Sayangnya dunia tak sebaik hati kita, tak sepositif pikiran kita. When we say yes, people just think we’re ready doing romusha. They went wild tidak tahu dirinya. Kita seperti menggendong lintah kecil yang banyak, yang menghisap semangat, menghisap batas. The worst part is, kita tidak sadar. Kita anggap  hal tersebut baik2 saja. Kita anggap menanggung kewajiban orang lain adalah hal terpuji. Kelak di masa depan, kita menuntut hal yang sama pada orang lain. Karena kita pikir hal ini baik, kita berharap orang lain melakukan hal yang sama. Memikul beban lingkungannya, sendirian, seperti terpujinya kita. Dalam society yang tidak tahu diri. Menunggu orang lain...

ANOTASI USIA 23 TAHUN

Bismillah..   Kata orang-orang usia 20-an adalah usia gencar-gencarnya mencari jati diri. Sibuk mencoba berbagai hal, dan menjadi titik kritis menentukan identitas diri. Ada banyak hal yang aku “baru” sadari di usia ini, serta fakta   bahwa aku masih bodoh dan salah dalam berbagai hal lainnya dalam kehidupan. Ada beberapa catatan yang tercetak tebal dalam pikiranku, bisa dikatakan ini sedikit pelajaran yang aku ambil di usia ini. Karena berulang tahun artinya selain merayakan semakin dekat dengan kematian, juga mengevaluasi hidup yang sudah dijalani. Tidak lupa mereview kembali tujuan, cita-cita, bahkan cinta yang apakah masih relevan untuk diteruskan atau dihentikan. -           Caraku melihat orang yang berbeda Saat aku lebih muda dari saat ini. Aku hanya mengklasifikasikan 2 warna dalam hidup, hitam dan putih. Salah dan benar. Layak dan tidak. Dan seterusnya, aku tidak peduli variabel lain. Saat ini ketika menghadapi ora...

3 Negara: Part 3 - Lessons

Bismillah.. Sapa Lake - Be Deciplined! Targeted Cities yang kita pengen sebenernya ada 7 tapi yang terpenuhi ada 5 (Bangkok, Samut Prakhan, Hanoi, Sapa, Kuala Lumpur). Tiap kota juga kita punya target landmark tapi gak semua bisa kita visit. Ini terjadi karena beberapa alasan, pertama kita capek kedua kita gak disiplin istirahat. Terkait capek sebenernya wajar, jangan maksain apalagi kan ini niatnya traveling untuk senang jangan sampe terkilling2. Tapi, ini diperburuk  dengan pola istirahat kita yg buruk, kita selalu tidur di atas jam 12, karena scrolling hape (liat liat foto seharian wwkk), akhirnya selalu pengen tidur pagi dan mulai explore kotanya siang. Apalagi di Hanoi, karena dingin gak sanggup kalo terlalu pagi 😂. Apabila pola istirahat lebih teratur, akan meminimalisir resiko lelah dan bisa mulai eksplor lebih awal dan lebih banyak. - Well Prepared Please! Kesalahan kita adalah punya iten, punya target tapi selow booking. Akhirnya kehabisan harga murah. Contoh, hotel bangk...

3 Negara : Part 2 - Budgeting & Experiences

Wat Arun, Bangkok Bismillah.. Beberapa teman ingin tau budgeting dan itenerary tempat. Makannya aku buat part khusus di sini. Aku akan ceritakan secara umum ya. Karena kita juga gak berpatok dan gak disiplin sm itenerary yg kita buat (sebenernya sih lebih keeee gak tuntas bikin itennya haha) Sekilas tentang manage ITENERARY Kita memang buat di Excel tapi ujungnya gak kita pake karena ribet aja bukanya. Untuk memudahkan aku pke fitur “Saved” di google maps, aku bikin bbrp titik yang  pengen kita kunjungin, terus nulis catetan kayak akomodasi ke sana, what to do, dan berapa uang yang perlu kita spend. Dengan titik2 lokasi yg udah ditandain jadi keliatan mana aja area berdekatan. Terus kalo mau ke tempat itu kita harus naik transport apa aj, flexibel juga kalo capek yaudah gak usah pergi. Muang Boran, Samut Prakhan 1. THAILAND  - Flight dari CGK ke Don Mueang dapet yg harga Rp 1.050.000. - Kita nginep di pratunam, Bangkok. Harga per malemnya 400k rupiah/berdua. Toral 3 malem dari...