Langsung ke konten utama

Paradoks Cinta

Pada zaman dahulu kala
Aku kenal peria
Muda ah masih belia
Tak ada yg bisa kita harapkan tentang kenyataan dari dia

Satu hal yang membuatku ingin beriringan
Aku merasa satu frekuensi
Ya kala itu.

Entahlah ini cinta monyet tipe apa
Entah tipe gorila yg besar luar biasa
Atau simpanse yang unik di GembiraLoka
Atau mungkin monyet nakal pangandaran tukang maling makanan

Atau bahkan monyet pagelaran doger monyet di
samping lampu merah di jalan
Entahlah !

Aku tidak tau tentang ke-tabu-an ini
Yang aku tau
Aku 'sempat' senang
Bahagianya berjalan2 dalam fantasi ku
Garis bawahi
Fantasi.

Aku libatkan dia dalam mimpiku
Aku ucapkan dia ketika menengadahkan tangan pada Tuhan ku
Aku tanyai kabar dia selama jauh dari ku
Aku banggakan dia depan teman2 ku

Ahhh ..sempurna nya monyetku
Sampai
Kami lewati waktu
Jarak mulai merekahkan
Aku tetap disini
Dengan perasaan yang sama
Bahagia.
Semakin menggila
Berfantasi mengenai cita dan cinta.

Aku kira jarak tak akan sekejam ini.
Duhai bodoh sekali aku hakimi benda mati.
Jarak kau tak salah. Kau hadir sebagai penguji.

Fantasiku kacau bagai kaset macet
Buram sudah
Aku bersedih tapi tetap bersemangat menanyai kabar dengan hasil tanpa kabar.
Aku tak menyerah, aku tunggu 24 jam lagi. Aku ulangi. Demikian, aku ulangi. Aku tidak menyerah!.

Waktu tega sekali mengiris ngiris cita dan cinta ku
Aku lelah dengan semangatku sendiri.
Semakin semangat. Semakin melarat.
Aku tersedak.

Jarak belum lintasi benua
Tapi gayanya bak selesai mengarungi samudera
Aku ampuni.
Semangatku belum habis, mari kita perbaiki !

Aku bersandar di bebatuan ujian
Dikelilingi bisikan bisikan ilalang
Aku tak peduli, aku masih semangat!
Bahh..
Bak air bah yang datang tak tentu arah
Membabi buta

Semangatku hanyut
Berceceran
Meninggalkan ku
Menyuruhku berfikir dan bersadar diri

Aku tak punya kisah monyet lagi.
Dunia seakan berhenti, aku tak berbohong
Aku kesakitan, tak percaya yang terjadi

I dont have any dollars to be prouded of
I dont have cute face to be adored
But
I have much dreams and loves to be reached together
I have unlimited spirit to mention ur story

If what I have never satisfied you
I think that's what I have for now
Any dollars ,, I think we should search together
Cute face? If U accept what I give U, u will see beautiful in ur life.

Hidup bukan hanya tentang ini.
Aku tau masih banyak bagian hidupku yg butuh sorotan ku.
Aku belum selesai berbenah.
Aku harus terus melangkah, sungguh aku melangkah dengan lelah dan pikulan kecewa melimpah.
Tapi dunia tak peduli itu.
Aku harus tetap melangkah.
Semangatku membumi disetiap sendiku.

Selamat malam dunia maya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...