Langsung ke konten utama

Mungkin Khatam

Bagiku cinta amat sakral
Aku mengatakannya terlalau polos dan seperti perhitungan orang yang tak berakal
Aku menyadarinya setiap apa yang kita katakan
Entah bisa kita pegang atau tidak. Kita benar benar tidak tau tentang esok lusa


Aku terlalu mengagungkan 3 kalimat itu
Padahal semuanya asing
Aku telah merawat benteng yang dulu dibangun
Kini aku akan menjadikannya sejarah
Keputusan ini membunuh ku
Namun tidak seutuhnya
Tapi benar benar menghancurkanku

Menyenangkan jika suatu saat bisa pergi ke belitong
Melihat batu batu besar kokoh nan cantik
Melintasi jalan jalan aspal yg baru dikenal
Menyenangkan!

Jujurmu memang pahit
Tapi akan semakin pahit bila aku tak pernah tahu
Meski aku sering ingin tak tahu

Sungguh ..kau bujang yg telah memenangkan hatiku
Ikan sapu yang baru tau kecebong lucu
Aku tak yakin jika kita mengalami irreconciable differences seperti andrea dan katya
Dan aku muak bila harus mengatakan cinta tak harus memiliki..kata boy candra itu sungguh bulshit juga. Bak mencintai dan suka baca buku namun tak pernah membelinya, memang bisa..tapi apakah begitu cara mencintainya? Tidak.

Kamu menunggu semseter tiga tuk menghatamkan kisahku
Tapi aku terkunci di masa sekarang
Yang terjadi aku hanya mengumpulkan dendam
Sungguh buruk. Amat buruk.

Yang aku sadari
Kau mencari orang orang yang lebih lagi..lagi..lagi sampai dewasamu memberhentikan mu
Tapi disana aku terombang ambing takut posisiku diganti
Sekeras apapun aku ingin tetap tinggal
Nyatanya aku tetap sendiri..dan kau tetap mencari lagi
Jarak memang kejam..Tapi sungguh suatu kebodohan jika menghakimi benda mati

Cintaku sastra
Patahku juga sastra
Aku menari dengan tulisan tulisan ini
Malamku semakin terasa panjang
Semenjak kau pergi bujang

Hal istimewa bisa menemani ibunda
Bertukar cerita sambil haha hihi tertawa
Tapi sungguh jadi luka
Mengetahuimu pernah ingin menangkap ikan hias lainnya
Jujurmu begitu berharga dan berguna
Aku jadi tahu
Aku bukan apa apa.. Bahkan perjalanan sejauh inipun tak menghentikanmu untuk menghindarinya..

Sedalam apapun perasaan ku.. Sehebat apapun harapan ku..
Bagaimana bila nanti jarak semakin membentang..
Semudah itu saja ? Sesederhana itu saja?
Kau kejar ikan ikan hias lainnya.
Aku bingung menenangkan diriku sendiri.
Sepertinya kita memang harus menjalani turn back a lover in to a friend..
Aku harap ini menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...