Langsung ke konten utama

Memaksimalkan Apa Yang Bisa Ditukar Dengan Rupiah Yang Kau Punya

Bismillah...
Orang orang yang menghampirimu dalam hidup tidak selalu harus sesuai dengan apa yang kamu rencanakan,

Tapi mereka selalu membawa alasan, entah itu alasan yang amat sederhana maupun alasan yang rumit dan amat panjang terkenang,

Hari ini, tepat saat ini aku masih menganggap orientasi bahagia adalah kemewahan dan harta, aku punya kuasa atas uang , dan tidak memiliki kekhawatiran apapun atas makanan esok, tidak menimbang2 dalam membeli sesuatu, dan tidak berpikir banyak jika mau pergi bertamasya.. Ya,, hari ini orientasi bahagia dan tujuan hidupku masih mengacu ke arah sana...

Tapi,, 
Sebagian diriku yang lain tak membenarkan itu semua,,
Setelah aku lewati hari hari dengan berbagai macam orang yang aku temui. Mereka mereka menghampiri diri membawa berbagai pemahaman penuh arti..
Jadi,
Aku sedikit meredam orientasi bahagia ku, bagaimana pun itu aku harus bisa membimbing diriku, melengkapi diri yang ini maupun yang itu dengan sebagian diri yang lain dlm jiwaku.

Sekitar bulan maret aku terbang ke negara maju Singapura, lalu aku teruskan perjalanan ke Malaysia sebelumnya aku tak pernah terpikir bisa melanglang buana dengan burung besi diusia sekaramg, secepat ini.

Alhamdulillah, aku mengerti kenapa Allah mengenalkan aku dengan banyak orang salah satunya My dearest sister and teacher "Eras Raci Fajarina" 
Hubungan kami tak melulu akrab setiap hari, kami terbiasa bertukar cerita dan saling berbagi apabila ada yang perlu saja dalam beberapa hari, saling berkomentar status kadang kadang jika memang perlu dikomentari, tapi waktu itu aku dapat kesempatan luar biasa pergi dengan sang dewi berani.
Ya, aku menyebutnya itu, karena darinya aku belajar lebih berani lagi.
Dengan uang tak banyak aku bisa pergi ke dua negara, bersantai berjalan dan menikmati irama irama luar Indonesia.

Aku benar2 memahami satu hal, definisi pertemanan yang baik itu bukan lah kita berhambur2an berada di satu pesta yang sama , wara wiri sambil menghabiskan rupiah. tapi ,pelajaran, pengalaman yang didapat tak benar2 memiliki petuah.

Maka aku berfikir inilah teman yang benar benar mengisi hati dan jiwa muda ku yang tak banyak bermewah mewah , tapi mampu memanfaatkan rupiah yang ada menjadi kenangan istimewa yang megah untuk kita gadis muda yang ingin tahu dunia.

Intinya  aku jadi tahu bagaimana memaksimalkan potensi dari uang yang aku punya 💯 (atau dalam artian yang orangtua berikan untuk kita 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...