Bismillah..
Dari beberapa hari yang lalu aku udah rencanain nulis ini,, tapi aku gak meluangkan waktu dan baru meluangkan waktu sekarang jadi baru bisa nulis sekarang.
Mungkin berjalan tanpa peta menyenangkan,,, kita bisa berbahagia kapan saja dimana saja dan dalam kondisi apa saja. Cukup nikmati perjalanan dan persinggahan.
Tapi,,
berjalan tanpa peta bagiku sangat melelahkan,, lebih melelhakan dibanding perjalanan dengan peta.. Ingin menangis tapi tangisan akan tertahan, sungguh ini lebih berat dari memikul benda sungguhan..
berjalan tanpa peta, menebak nebak arah mata angin, terombang ambing, semakin bertambah usia, kapal sudah bersauh jauh ke tengah lautan,, tanpa tujuan menebak2 apa yang terjadi nanti esok atau lusa, sungguh menakutkan,,menggantungkan diri pada keajaiban..
Berjalan tanpa peta mungkin menyenangkan untuk anak 10 tahun, bisa bermain bersama mengarungi bibir pantai dengan teman,,
tapi diusia yang sudah mulai berdiri tegak di tengah kecamuk hidup dewasa, berjalan tanpa peta adalah kegundahan hari dan malam, berjalan tanpa peta seakan membuat tersesat,,
lalu apkah dengan berjalan dengan peta kita selalu bahagia? bagaimana jika tidak tercapai?
memang perjalanan dengan peta, persediaan, dan rencana tidak selalu sampai pada tujuan,, tapi ini menyenangkan, menikmati proses,, memenuhi hari dengan harapan2,, memenuhi hari dengan langkah2 jelas,, jika langkah kita belum sampai pada tujuan, tapi aku yakin peta kita menunjukan tempat indah lain yang bisa kita injak,, dan kita kan tetap berbahagia,, melewati hari2 sebelumnya menjalani hari2 itu dan merencanakan hari2 selanjutnya..
buenas noches :)
Komentar
Posting Komentar