Langsung ke konten utama

Maafmu seluas apa anak baik?

Minggu lalu aku putuskan berhenti menonton drama korea start up, padahal itu episode pamungkas terakhir.. Tapi melihat preview episode yang memperlihatkan cerita ketidakadilan untuk orang yang berbuat baik sepanjang episode hidup diceritanya,, oh tidak bisa! lebih baik aku berhenti!

Orang tidak lupa mengenai kesakitan yang ia rasakan,, orang tidak lupa mengenai cinta yang pernah ia harapkan.. lalu apa yang membuat meraka masih hidup dan bertahan walau sendirian?

melepaskan rasa benci dan mengisi kebakan walaupun satu mili sehari.

kadang aku tidakk mengerti pada diriku sendiri, bagaimana bisa berbuat baik pada orang lain yang telah mengata ngatai? Jawabannya tadi sudah kupaparkan,, aku tidak pernah lupa, bahkan jika cerita lama itu kembali terbuka hatiku selalu terasa berat dn kesakitan,, bukan main, ini menyakitkan.

maka dari itu yang menyakiti diri ini adlah diri kita sendiri yang memilih kisahnya terbuka kembali atau tidak,, mau menuntut segila apapun orang lain tidak akan bertanggung jawab atas kita. 

Aku tidk bisa mengatakan maafku seluas apa, aku sendiri tidak yakin kalau aku sudah memaafkan,, aku hanya memilih tetap lanjutkan hari tanpa memikul beban dendam dan benci,memkul kecewa saja sudah terlalu berat, jadi aku putuskan menyimpan benci di ruang dan waktu kala itu saja. Biar saja terkikis tua, terhantam angin keindahan masa kini, terhujani air mata syukur hari2 selanjutnya...

Aku yakin Allah akan siapkan akhir indah bagi muslim siapa saja yg betakwa, aku berusaha berjalan menuju pengakhiran seperti ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...