Langsung ke konten utama

RECALL MEMORABILIA KHATAMAN


Bismillah..

Mengingat kembali bagaimana permulaan, perjuangan, pertahanan hingga kelulusan waktu di pesantren.

Aku bener2 bukan orang yang religius dulu, jarang sekolah agama, gak suka bahasa arab, gak bisa juga nulis bahasa arab. Masih inget betul sewaktu masa orientasi, ada pembinaan penulisan imla (menulis bahasa arab). Aku jadi orang yang tertinggal bgt, Kalo ada ujian diakhir minggu, yg lain udah pulang aku masih nulis, inget banget koordinator pondok yang memantau, nungguin kertas jawaban aku sampe mau maghrib depan pintu. hihi.. so, temen pertama aku Lail nungguin juga, thank U so much laill..

Aku mau ngucapin makasih juga sama diri aku udh memiliki growth minset sejak masuk smp, aku yg bener bener kertas kosong tanpa pemahaman agama dan pelajaran kepondokan memiloki kebesaran hati dan mau belajar, menganggap tantangan sebagai hal yang harus dan pasti bisa dilewati, mengannggap orang yang lebih pintar sebagai kawan yang harus dihormati dan diminytai ilmunya, aku inget banget saat itu aku minta diajarin syifa, karena imla dia keren, sia selalu dapet nilai bagus,, makasih banyak syifa you inspire and helps me a lot at the time..

Sampai akhirnya Khataman setelah 6 tahun mengenyam pendidikan pun aku lalui, dan Alhamdulillah daku bisa menjaadi lulusan dengan nilai tertinggi. Naik panggung bersama kedua orang tua. Alhamdulillah alhamdulillah.. Gak ada yg gak mungkin, kalau kita mau berusaha dan melibatan Allah dalam setiap usaha, aku pikir begitu.

Jika suatu saat aku mengalami stuck berjiwa kerdil, aku harap tulisan ini mengingatkanku kembali, supaya aku belajar, aku bisa berdampingan dengan orang lain, berjiwa besar, dan mau belajar.. Aku punya grit yang bagus di masa kecil.. Aku harus malu jika sekarang punya fixed mindset, malu atas diriku yang lalu..

Perjalananku sekarang merupakan amanah dari masa lalu, jadilah amanah ya dit..Barakallah amiin

 

Subuh, di Tasik yang baru dibasuh hujan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...