Langsung ke konten utama

Apakah Aku Terbuang?

Bismillah..

Sepertinya kelebihanku adalah setia. Tapi sekaligus jadi kelemahanku, mudah percaya. Terkadang malam terasa semakin panjang karena aku memikirkan kalimat2 orang yang pernah mengatakan tulus menyayangiku, akan bersama denganku, mau mendengarkanku, berharap saling menjaga hubungan baik..

Tapi saat ini mereka kemana?

Ternyata, perasaan manusia berubah cepat melebihi kecepatan zaman, walaupun tak secepat kecepatan cahaya. Sayangnya, perasaanku tertinggal dalam hal ini. Entah kenapa. Jika ini lomba lari, perasaanku sepertinya paling lemot, tertinggal dibelakang. Orang2 sudah start, perasaanku masih mempertanyakan, "Apakah benar ini terjadi?,  Lalu apa maksud yg kemarin?"

Kadang aku sebal sendiri, aku percaya ketulusan semua orang, dan aku berharap muncul kebaikan dari kepercayaan ini, tapi selalu saja outputnya kecewa. Kalau bisa aku masuk bengkel hati, aku ingin suku cadang hati yang baru. terlalu lembek mungkin perasaanku ini, selalu menganggap semua org tulus, bisa saja mereka berbicara sambil melantur bukan? .

Aku selalu mengahrgai apapun, tapi itu cukup menyakitkan dilakukan. Tapi sulit juga untuk berhenti. Ah sulit sekali mengungkapkannya. Saat ini aku merasa orang yang dibuang, sebal dan sedih sekali. Kenapa kalimat2 yang orang2 itu ucapkan aku bawa perasaan. seharusnya aku masa bodo saja ya..

Masa lalu tertinggal dibelakang, kemarin tetaplah ada di dimensi waktu yang sama, kemarin tetaplah kemarinn,, tapi sayangnya hati selalu aku bawa, tinggal dimasa kini, atau pergi kemasa depan, tak bisa aku lepaskan.. Padahal aku ingin sekali menyimpannya saja, atau bahkan menukarnya dgn yang baru, sebal, tidak bisa nyatanya.

Orang2 mungkin mengatakan aku gagal. Tapi tolong kalian jangan termasuk orang seperti itu. Ini tidak mudah untuk aku, terjal sekali rasanya. Kesulitan ini melebar kemamana2, aku jadi ambigu terus menerus dengan kenyataan, perasaanku juga sulit untuk stabil, dan aku harus menyeret diriku untuk terus melewati hari yang tidak pernah mau berhenti barang sedetikpun. Tolong pahami ya, ini sulit untukku, bahkan keinginan terbesarku saat ini adalah, memiliki kondisi dan perasaan yang stabil.. Aku lelah tiba2 ingin menangis ketika terjaga.

Kehadiran teman temanku yang peduli membantuku, walaupun sesekali aku sering tetap merasa sendirian, sepi dan akan ditinggalkan. 

Aduh, ternyata rumit juga ya perasaan ini, kenapa bisa begini. Ingin rasanya hidup cukup. Tenang.. Aku tahu dengan otaku, aku tidak terbuang. Aku punya value, aku disayang dan tumbuh dalam keluarga yang stabil. Tapi ternyata lingkungan lain juga jadi faktor yang bisa berpengaruh besar dalam mengguncangku. 

Jadi ingat, makannya pilih2 kalau berteman. Apalagi menyimpan orang yang akan bersemayam dihatimu. Tapii, gimana kalau sudah terlanjur demkian?.. Nah tak taulah aku juga, inikan sdg curhat, aku juga kelelahan begini dan cari jalan keluar..

Semoga aku tidak akan menuliskan hal seperti ini lagi, aku tdk mau ada curhatan begini 2 kali disini.. SEMOGAAAA




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...