Bismillah..
Sepertinya kelebihanku adalah setia. Tapi sekaligus jadi kelemahanku, mudah percaya. Terkadang malam terasa semakin panjang karena aku memikirkan kalimat2 orang yang pernah mengatakan tulus menyayangiku, akan bersama denganku, mau mendengarkanku, berharap saling menjaga hubungan baik..
Tapi saat ini mereka kemana?
Ternyata, perasaan manusia berubah cepat melebihi kecepatan zaman, walaupun tak secepat kecepatan cahaya. Sayangnya, perasaanku tertinggal dalam hal ini. Entah kenapa. Jika ini lomba lari, perasaanku sepertinya paling lemot, tertinggal dibelakang. Orang2 sudah start, perasaanku masih mempertanyakan, "Apakah benar ini terjadi?, Lalu apa maksud yg kemarin?"
Kadang aku sebal sendiri, aku percaya ketulusan semua orang, dan aku berharap muncul kebaikan dari kepercayaan ini, tapi selalu saja outputnya kecewa. Kalau bisa aku masuk bengkel hati, aku ingin suku cadang hati yang baru. terlalu lembek mungkin perasaanku ini, selalu menganggap semua org tulus, bisa saja mereka berbicara sambil melantur bukan? .
Aku selalu mengahrgai apapun, tapi itu cukup menyakitkan dilakukan. Tapi sulit juga untuk berhenti. Ah sulit sekali mengungkapkannya. Saat ini aku merasa orang yang dibuang, sebal dan sedih sekali. Kenapa kalimat2 yang orang2 itu ucapkan aku bawa perasaan. seharusnya aku masa bodo saja ya..
Masa lalu tertinggal dibelakang, kemarin tetaplah ada di dimensi waktu yang sama, kemarin tetaplah kemarinn,, tapi sayangnya hati selalu aku bawa, tinggal dimasa kini, atau pergi kemasa depan, tak bisa aku lepaskan.. Padahal aku ingin sekali menyimpannya saja, atau bahkan menukarnya dgn yang baru, sebal, tidak bisa nyatanya.
Orang2 mungkin mengatakan aku gagal. Tapi tolong kalian jangan termasuk orang seperti itu. Ini tidak mudah untuk aku, terjal sekali rasanya. Kesulitan ini melebar kemamana2, aku jadi ambigu terus menerus dengan kenyataan, perasaanku juga sulit untuk stabil, dan aku harus menyeret diriku untuk terus melewati hari yang tidak pernah mau berhenti barang sedetikpun. Tolong pahami ya, ini sulit untukku, bahkan keinginan terbesarku saat ini adalah, memiliki kondisi dan perasaan yang stabil.. Aku lelah tiba2 ingin menangis ketika terjaga.
Kehadiran teman temanku yang peduli membantuku, walaupun sesekali aku sering tetap merasa sendirian, sepi dan akan ditinggalkan.
Aduh, ternyata rumit juga ya perasaan ini, kenapa bisa begini. Ingin rasanya hidup cukup. Tenang.. Aku tahu dengan otaku, aku tidak terbuang. Aku punya value, aku disayang dan tumbuh dalam keluarga yang stabil. Tapi ternyata lingkungan lain juga jadi faktor yang bisa berpengaruh besar dalam mengguncangku.
Jadi ingat, makannya pilih2 kalau berteman. Apalagi menyimpan orang yang akan bersemayam dihatimu. Tapii, gimana kalau sudah terlanjur demkian?.. Nah tak taulah aku juga, inikan sdg curhat, aku juga kelelahan begini dan cari jalan keluar..
Semoga aku tidak akan menuliskan hal seperti ini lagi, aku tdk mau ada curhatan begini 2 kali disini.. SEMOGAAAA
Komentar
Posting Komentar