Langsung ke konten utama

Part 2 : KERETA ATAU BIS YA? PERJALANAN TASIKMALAYA - KEBAYORAN BARU

Bismillah

NAIK KERETA

Dari Tasik ke Jakarta, hanya ada 2 pilihan stasiun, sejauh ini. Pasar Senen dan Jatinegara. Dan hanya ada 2 jadwal. Keberangkatan 10.25 dan sekitar jam 20.00 lebih. 

Kemarin aku mencoba naik kereta ekonomi Serayu berangkat jam 10.25 tiba jam 17.43 di Pasar Senen. Aku membawa tas selempang, tas ransel dan tas jingjing. Tas ini berisi baju, buku, dan penanak nasi elektrik mini, SERTA BERAS. Di stasiun Tasik, aku merasa sangat kuat membawa barang2 itu sendirian, menaikan tas berat itu ke kabin besi diatas kursi, tidak menggunakan jasa porter. Setiba di pasar Senen, hari sudah gelap, stasiun agak basah sisa hujan, jadi perlu hati2. Tas menjadi terasa lebih berat, tapi aku merasa mampu, tidak lagi menggunakan jasa porter. 

Dari arah keluar aku ambil ke sebelah kiri, untuk transit menggunakan commuter line, atau KRL. Menyiapkan e money untuk tap tap supaya bisa masuk. Semenjak di kereta dr Tasik, aku sudah DM akun @commuterline, karena ada switch over 5, ada beberpa perubahan rute. Karena teman2ku yang ku tanya belum yakin, aku tanya langsung akun itu. Bagaimana dr pasar senen ke stasiun kebayoran. Aku medapat jawaban : Naik dr Senen, turun di kampung Bandan, pindah kereta arah cikarang/bekasi via manggarai. Nanti turun di st. Tanah abang untuk pindah peron dan naik kereta ke arah Rangkas bitung atau parung panjang.

Sebelum tap e money, aku tanya petugas lagi, jawabannya berberda, katanya aku tidak perlu transit di Kampung Bandan. Karena sekarang sudah SO 5, kereta cikarang berputar melewati tanah abang langsung. Aku masuk, dan bertanya lagi kepada petugas di samping pemberhentian kereta. Jawabannya sama. BAGAIMANA INI? AKU BERPIKIR, INI YG BELUM TAHU ADMIN INSTAGRAM ATAU PETUGAS2 INI? PADAHAL ADMINNYA DARI KEMARIN SOSIALISASI RUTE SETELAH SO 5. Ya jelaslah disini yang paling tidak tahu adalah AKU hahahhahaha.

Jadwal KRL arah cikarang, baru ada 1 jam kemudian. jam 19.43. Aku pengen ngompol (mungkin karena aku menghabiskan 2 air mineral botol di kereta sblmnya), tapi bawaanku banyak sekali. Terlalu beresiko jika aku meninggalkannya disini, dan sangat melelahkan jika aku harus membawanya ke kamar mandi, dan tentu saja aku gatau kamar mandinya dimana. Orang2 berdatangan semakin banyak, menunggu dengan muka2 lelahnya.

Kereta dengan tulisan Cikarang datang. Petugas wara wiri pakai toa mengumumkan tujuan kereta, dan stasiun2 transit yang akan dilewaati. FIX AKU GAPERLU TURUN DI KP. BANDAN, KALO TURUN BISA2 AKU PINDAH KERETA MENUJU ANCOL. Disini, perjalanan cukup jauh, untung saja ada tempat duduk, stasiun transit yg dilewati ada Kp. Bandan, Duri, dan Tanah Abang.

Turunlah aku di Tanah Abang, berhamburan pula orang2 yang akan transit. Aku pindah Peron ke jalur 5 dan 6. Naik tangga dan turun pakai eskalator. TASKU TERASA LEBIH BERATTTTTTTT. Aku gabisa berhenti ditangga, orang2 berkejaran, mengejar kereta menuju rumah2 mereka. Disini harus cekatan, cepat, dan bertahan. Jam2 melelahkan, jam2 orang pulang kerja. Akhirnya aku berdiri di jalur 6, aku memastikan bertanya ke petugas, "ini ke kebayoran?" dijawab iya, sambil menunjuk kereta belakangku di jalur 5 yang sudang ngetem dr tadi, itu juga ke kebayoran, kereta jurusan rangkas yang melewati kebayoran. Aku pikir ini akan lebih cepat sampai. Aku naik, kereta penuh, tidak ada tempat duduk.

beberapa menit kemudian, terlihat kereta jalur 5 datang, KOSONG. Aku ingin pindah.Tapi disini sudah berdesakan, meskipun aku berdiri depan pintu. Sudahlah, aku pikir mereka akan turun di stasiun berikutnya. Akhirnya kereta melaju, ibu2, bapak2. mas2, mba2 yang didalam kereta semua berdesak2an. Lelaki2 tua-muda sudah lelah, tidak ada yang mengalah mempersilahkan perempuan duduk. Mereka sudah merem2 ngantuk, terlihat berharap ingin cepat pulang setelah seharian beraktivitas. 

Tiba di stasiun Palmerah, aku sangat berharap banyak yang turun. TERNYATA BANYAK YANG NAIK. Makin penuhhh. Sejauh mata memandang hanyalah kepala kepala manusiaa semua, tidak ada ruang. Aku mengawasi tas2ku, berdiri, diiringi hening dan gruduk2 suara gerbong, serta helaan nafas lelah orang-orang. Depanku ada seorang perempuan, mungkin seusiaku. Kami sedikit kode2an, saya bertanya ttg pintu keluar, dia menjawab dgn menunjuk sebelah kanan. Dia bertanya, turun dimana, aku jawab tanah abang. Sesampai tanah abang, tidak ada yang turun di gerbong ku. Jadi aku harus menembus desakan manusia, sendirian. Jarak pintu keluar denganku sebenarnya sangat dekat, tapi terhalang sesaknya manusia.

Alhamdulillah, kakak tersebut tiba2 membantuku mengangkat tas, aku tanya kaka disini juga? dia jawab enggak, dan dia langsung berbicara "permisi2 ini tasnya besar"', sambil membantuku menembus kerumunan. Aku mengucapkan terimaksih sambil keluar. Aku gabisa liat kepala dia lagi. Mudah2an pertolongan selalu Allah limpahkan padanya. 

Aku mengangkat tasku kembali untuk naik tangga, kali ini TASKU TERASA MENJADI SANGAT2 BERATTTTT. TANGANKU SUDAH SAKIT. DAN AKU UDAH GAK KUAT PENGEN NGOMPOL. Lagi2 aku gak bisa berfikir untuk meninggalkan tasku. Berkali2 aku turunkan dan angkat lagi tas berat ini sebelum sampai pintu keluar. Setelahnya aku pesan ojol, hujan2. Kembali aku angkat tas mencari ojol diluar stasiun yg udh dipesan. Hujan gerimis padat, dingin, capek dan pengen ngompol.

Aku sampai kostan jam 20.10. Capeku terobati, bertemu teman2 ceriaku. Terimakasi, i am grateful to have u all. 

Perjalanan  total naik kereta menghabiskan waktu sekitar 9 jam 30 menit. Biaya total 84 ribu. Biaya kereta  63 ribu krl 7 ribu, ojol 14 ribu. JAUH LEBIH MURAH DENGAN WAKTU LEBIH LAMA DAN LEBIH LELAH.     

Ini akan jadi perjalanan menyenangkan, jika aku membawa sedikit barang yang ringan dan tidak banyak minum di kereta. Pemandangan di jalan indah, di kereta antar kota bisa minum dan ada kamar mandi, sholat sambil duduk pun nyaman, ada charger. Tapi perpindahan dari Kereta antar kota ke KRL hingga kostan menjadi melahkan jika membawa barang banyak. 

Orangtua yang ingin membekali barang ataupun pangan kpd anaknya sangat aku pahami sebagai bentuk sayang dan peduli. Tapi, aku harap siapapun memahami, menolak membawa dan menggantikannya dengan uang untuk dibelikan ditujuan, bukan berarti tidak menghargai pemberian atau terlalu mata duitan. Kita mempertimbangkan ketahanan tubuh diperjalanan. Terlebih sendirian, belum ada ayang halal yang membantu memanggul beras berkilo-kilo gram haha.

Mudah2an Allah berkahi perjalanan2ku, memberikan kekuatan dan perlndungan selalu.. Aamiin, indahnya berpergian, bertemu orang orang baik tak terduka kiriman Tuhan, melihat hamparan bumi membentang yang mengagumkan, lagi2 kebesaran Tuhan. Masya Allah!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...