Langsung ke konten utama

PART 2 : MELAKA, I NEED TO VISIT YOU AGAIN WITH MY LOVE SOMEDAY

SEMI PACKPACKER


 

Bismillah..

Dari Singapura, me and my travelmate naik bis melewati Imigrasi dan singgah di Melaka. Kita sudah pesan peginapan lewat aplikasi semenjak di Indonesia. Ingin murah, kita pesan yang tanpa AC. Tapi, sampai sana kita dikasih yang ber AC, alhamdulillah. Bentuk penginapannya benar rumah biasa, rumah bertingkat yang punya beberapa kamar, dan kamarnya di sewakan. Aku inget banget WC nya ada di lantai 2, ya kayak WC rumahan pada umumnya. Travel but feel like home? ya gitu lah vibenya nginep di sini 😁

Kuil Cheng Hoon Teng

 


 

Sepertinya, karena awal mula ada Covid, mungkin  banyak yang mengcancel perjalanan. Di Melaka ini sepi banget. Di Singapura sebelumnya juga demikian. Jujur aja aku lebih enjoy dan menikmati perjalanan dengan suasana sepi nan tenang begini..

Melaka adalah kota sejarah, disini banyak Gereja, baik yang masih beroperasi maupun yang sudah jadi puing-puing. Khas dari Melaka adalah Jonker Street Food Nightnya, namun saat kami sampai, malam itu sedang libur. jadi tidak ada streeet food yang berjulana, padahal pengen nyobain es cendolnya. akhirnya karena lapar, kita makan di family mart dan seven eleven.

Street food biasanya ramai disini. Tapi lagi sepi nih..

Ada yang lucu, jadi aku beli pangsit isi udang di seven eleven, tapi di sana gada microwave. Si Frozen foodnya cuma dibasuh air panas, bayangin aja udang beku, pake air panas doang, mana mateng, dalemnya masih dingin2 gimana gitu hahah.. Akhirnya kita masuk ke family mart sekalian beli air, dan beberapa makanan lain. Waktu itu aku ngomong ke kasir pake bahasa Inggris. 6 tahun di pesantren, kelu juga ini lidah pas ketemu foreigner hahah.. Padahal sebelumnya udh briefing sama temnku, beliau ini gur bahasa inggrisku juga, udh ditata mau ngomong apa ke kasir. tapi kata2 itu malah beku di ujung lidah. "Can you microwave this for me?" (pokonya ada katamicrowave, lupa lagi ngomong apa, maklum dah 2 tahul berlalu. Si kasir reply "hah?" berkali kali dia nge hah gak ngerti.. makin kaku aja lidah aku.. akhirnya aku ngomong pake bahasa indo. intinya minta bantuan microwave ini udang tadi beli di toko sebelah gak mateng. Kakak nya ketawa "adek asal dari mana?" pake nada melayu. Aku jawab dari jakarta, kata dia "wah sering ketemu artis dong". (padahal dalam hati, gue dari tasik woy, mana ada) aku jawab lagi "dari bandungnya sebenernya". terus kata dia, ouh saya pernah dengar bandung. Kita bercakap2 dikit, gatau tapi ngomongin apa, lupa wkwk


Nih si pangsit udang wkwk

Besoknya kita jalan-jalan keliling Melaka.. Toko-toko masih pada tutup.. Kita makan lagi di family mart.. Kita foto-foto di beberapa spot yang kita datengin 


Pas jalan-jalan udaranya sejuk banget, terus kan sepi, aku ngerasa tenang banget.. bahkan ketenangannya masih ngefeel di hati sampe sekarang. Dalam hati nanti kalo dah nikah, pengen banget honeymoon dan first ravel nya kesini. Tar boboknya naik level lah di hardwork hotel wkwk.. Siapapun my husband nanti, yuk kita kesini berdua!

Chruch of St. Francis Xavier
 
Red Square

St. Paul Hill & Chruch

Aku baru nyempetin nulis ini, 2 tahun setelah perjalanan wkwk.. udh dari sepulang perjalanan mau nulis, cuma kedistrak banyak sekaligus males.. Kebeneran lagi rapihin layout blog, sekalian aja mengabadikan pengalaman dalam tulisan..
once again, Melaka, I will visit you with my lifemate someday insya Allah.. Please always be adorable and calm city 💕
Semoga Allah beri kita kesehatan dan kemampuan menyusuri hamparan bumiNya, aamiiiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...