Langsung ke konten utama

PART I : AKU PADAMU SINGAPURA

SEMI BACKPACKER

PART I : AKU PADAMU SINGAPURA
3 maret. Aku terbang ke singapura.
Bahh Ini bukan perjalanan megah megahan loh ya, ini trip meriah dengan kelas ekonomi, kebetulan seorang kawan dapat tiket geratis ke universal studio dari agen travel online.

 Aku berangkat dari singaparna (tasik ya) ke kampung rambutan, dari kampung rambutan aku berangkat ke bandara soeta naik damri harga 50k dengan well facilities ya mirip primajasa eksekutif lah ya.
 Di damri. Dari kursinya udh ketauan ya nyaman hehe
 
Kebetulan perjalann ini lagi marak maraknya COVID-19.
Jadi soeta sepiwww .banyak yang cancel atau re schedule mungkin.
Mungkin ya.
  
Ini di soeta sepi ,sebelum take off kita cuma berdua nunggu. Khawatir gak ada flight wkwk.
 
Karena perjalanan malen gak keliatan cerahnya langit sama cute nya awan.. tapi bright nya lamou kaya bintang2 berserakan di atas bumi gantinya. Luar biasa!. Ini first flight buat aku, aku seneng banget 😁
City light
 
Naik jet star pesawatnya, berangkat jam setengah 11 an WIB sampe sana 01.00 waktu singapura.
Changi airport bandara megah di negara kecil yang maju. Sampe sana aku pijet gratis pake mesin dulu dong, jadi pengen beli kaya begitu buat dikasih ke mamah bapak dirumah wkwk.

Katanya changi tuh best bandara buat numpang tidur , tadinya mau tidur di area bandara eh kita malah masuk imigrasi duluan jadi keluar deh. Tapi jangan worry ..keluar langsung masuk jewel. Jewel tuh kaya mall newah tempat barang2 branded , mahal ,,gak kaleng2 kalo ke singapura niat belanja doang ke bandara aja terus masuk area jewel balik lagi deh. Wkwk but I come not for it ya.

Akhirnya tiduran lah kita soalnya ada kaya lahan forest buatan gitu ..adem. Aku tiduran diatas rumput sintetis, gak usah malu orang2 juga begitu kok. Sempet malahan bapak2 chinese pake bahasa melayu.. nyuruh tidur .. tidurlah sini katanya cape korang habis perjalanan.

Bangun subuh, pas liat sekitar udh beberapa yg tidur , ada turis yg bobo dikursi, diatas rumput2 an. Nyenyak tidurnya soalnya terus terusan dimanjain musik relaksasi.
Oh singaphore baru sampai gerbang saja sudah kau manjakan pendatang.

Bandara besar , mewah, internasional sayang tak ada tempat sholat.
Aku muter muter mall  naik turun eskalator tak ada tulisan surau.. yang ada gucci, dan merk merk yang aku gak pernah liat di swalayan daerahku.😂

Akhirnya kita sholat di pantry, tempat seduh mie ,kopi ,teh, dapur kecil gitu.

Aku keluar bagian kawanku yang sholat, kebetulan ada bapak bapak Office boy mau beresihin toilet dia nyapa pake salam kedamaian "assalamualaikum"
Aku jawab kembali "waalikumsalam"
When he saw I used hijab ,he exactly know my identity, ya I am a moslem.

Pas beres, dia keluar lagi aku samperin sambil bertanya " sorry, is there prayer area here?" Dia jawab pake melayu " prayer area? Ouh tak deu, tapi kalo ade nak sholat ade bisa pakai ruangan ibu dan anak tempatnya nyaman dan bersih , ade masuk saja ke toilet satu lagi, diujung nya ada ruangan ini, saya juga kalo dzuhuran suka disana katanya. 

Oh aku udh sholat tadi dipantry kubilang,
Ouh ade sudah sholat? Pantry kan kotor sebentar lg juga banyak orng lalu lalang masuk. Kalo sulit berwudhu bisa pakai wc ini (sambil nunjukin wc yg besar yang emang td aku sempet buka tutup wc nya ,kaya wc buat yg disabilitas atau bisa juga buat satu keluarga) tak apa basah, biar kami yg nanti bersihkan, katanya.

Ade baru pertama ke singaphore? Dari mana asalnya?
Iya pertama.. dari indonesia dr jakarta (kalo perkenalan umum gini aku sebut saja ibu kota, supaya lebih familiar)
Oh jakarta katanya, saya dulu pernah bekerja disana bagian elektronika, ya selamat datang ya di singapura(bayangkan saja dia berbicara aksen melayu ya) ade kan sedang musafir orang musafir dan Allah itu tak ada hijab berdoalah banyak banyak.

Masya Allah terharu aku.
Sudah nak jodoh? Lanjutnya. Belum kata ku.
Ya mintalah..sambung nya..

Anugrah perjalanan itu ya begini "jumpa kebaikan" bukan semata mata perjalanan. 
Bapak tadi menyampaikan hadist ,,tanpa menggurui ,santai, dan lugas. Kebaikan bisa dicapai dengan sederhana rupanya.. Ucapan orang beriman gak ada yang sia sia..Masya Allah bagaimana lah zaman para nabi saling menasihati dengan mauidzoh hasanan nan santun tak terperi. Semoga bapak itu diberi kesehatan kelancaran rejeki dan senantiasa menebar kebaikan.
 Sekian prolog journey nya .

Next.
Aku menunggu air terjun indoor tertinggi nih, ya dia berada di kawasan changi sambil duduk2 di sekitar garden dengan makan pop mie, indonesia banget!
Katanya sih nanti terjunnya jam 9 pagi. Poto poto dulu lah ya

 Teng.. jam 9 pagi

 

HSBC RAIN VORTEX nama lengkapnya hehe ketinggian nya sekitar 40 meter Air terjun indoor tertinggi ini ada di area jewel changi airport,, diatas nya ada kereta lewat juga. Garden buatannya amat sejuk tapi I am not sure kalo itu pohon2 nya sintetis .. ini kayanya asli soalnya suka banyak daun berguguran.
Pemandangan aslinya lebih indah ya, resolusi kamera hapeku memang kurang menangkap kesempurnaan nya hee.

Bah.. singapura baru sampai gerbang saja kamu sudah membuatku berbunga bunga. 😁

Next aku beli kartu ez link , kartu buat transport .. harganya120k, 50k sebagai deposit dan kali sisa 30 k gak bisa dipake kata kawanku. Beuh ni kartu meres ya.. jadi sampe di seven eleven(minimarket kaya indomaret, katanya dulu sempet ada dijakarta tapi gak laku) sebelum ke penginapan langsung isi saldo. Aku juga beli kartu perdana.. beli kartu mending di seven eleven dari pada di bandara , di sevel 120k dapet 100 GB.. kalo di bandara harga nya 320 k. Jauh banget kan. Kartnua 1 buat berua aja ,dipasang di hpku , kawanku tinggal hotspot.
 
*actually I have posted this on 2020. So, I arrange my blog for a better look, then it was reuploaded.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...