Langsung ke konten utama

HELLO NATIONAL UNIVERSITY OF SINGAPORE

Bismillah..



Sekitar pukul 2 siang waktu Singapura, bus pesiaran yang aku tumpangi sampai di National University of Singapore. Kita langsung di sambut oleh kakak2 PINUS. Apatu PINUS? Perhimpunan Indonesia NUS. Yaitu mereka yg sdg menempuh pendidikan di NUS. Tbh mereka humble banget, khas orang indonesia yang selalu ramah menyapa^^.. Aku masuk kelompok 1, di kelompk ini campus tour kita ditemani kak audrey dan kak nikholas, mereka baik bangettt btw, interaktif, humble dan calm orgnya, nice to meet you kakk!!!..kita diajak keliling2 kampus sambil sharing2 tentang department, bangunan kampus, dormitory dan aktifitas2 mahasiswa NUS. 


 

Aku emang jarang main2 sih ke kampus2 di Indonesia, jadi akan tdk seimbang kalo aku compare. Tapi aku mau bilang, ini kampus terkerennnn yang pernah aku kunjungin. Estetika bangunannya bernuansa modern, kampusnya luas dan bersih jadi terkesan plong tidak sumpek dan sesak (kesannya, inspirasi dan inovasi bakal sat set bertebaran masuk ke otak haha), ruang kelasnya juga bagus, mendukung ekosistem belajar kondusif di kelas, gak seret2an kursi sama temen2 lain haha.. Kantinnya banyaakkkk, minimarketya juga banyak, kalo butuh apa2 jangan khawatir susah nyari, asal u have money, u can live wrwrwr

  

Yang kita kunjungin namanya Utown, atau university town di 2 College Ave West, Stephen Riady Centre, Singapore. Btw lingkunganya sangat mendukung untuk belajar. Diliat2 setiap pojokan keknya nyaman dipake belajar, baca buku, review materi, do group project etc. Oiya aku sempat ngbrol brg kawanku, kita sepakat hal yg cukup mencolok menjadi pembeda antara lingkungan kampus kita di Indo dengan di NUS adalah.. Gaada yg teriak2 heboh. Coba kita inget, kalo di lingkungan kita, keluar kelas, makan, diskusi kelompok, selalu di sertai tawa terbahak, atau suara yang menggelegar. Menjadi pengalih perhatian dan distraksi untuk orang lain. Tapi kalo di NUS, hasil observasiku ya, mereka belajar ya fokus dengan forum masing2. Yang zoom buka laptop, yang diskusi kelompok gak jadi distraksi satu sama lain. Di halte2 nunggu bis juga mereka kalem aja gitu. Kalo bis satu kepenuhan, ya nunggu bis selanjutnya. Gak ada ciat2 berisik atau ribut gt.

Lecture Theatre

 

Kita juga diajak buat liat ruang kelas kecil. Hmmm keren bgt, kek kelas2 di drakor law school hehe. Aku suka banget ya letak pintu masuknya di belakang, jadi kalo ada yang telat gak mengalihkan konsentrasi mahassw lain yang udh dtg dluan, tapi tetep kelihatan oleh dosen yg posisinya di depan. Wanna study in such a class aaaaaaa.... (permisii tolong maklum, soalnya belum pernah masuk apalagi belajar di kelas kek gini before wrwr)

 


Ini monumen berbagi gitu, pokoknya kata guide campus tour kita, sederhananya sedekah. tapi aku gatau ini tuh simbolis atau emang ada funsi unik cara bersedekah gmna gituu, kalo kepo search aja cb di google yaa.. Aku fotoin soalnya lucu :D

Oiya, kalo kata orang kebersihan suatu bangunan itu tercermin dari kamar mandinya. Nah aku cobain lah ke toilet di salah satu area, lumayan bersih sbnrnya, Cuma gak ada janitor yg ready buat sll bersihin, jadi kalo ada yg pake toilet terus orgnya cuek sm kebersihan, ya kotornya berdampak pada pengguna toilet setelahnya. Oiya buat aku kaum2 gejebar gejebur kalo ke toilet butuh air, agak sulit menggunakan toilet dengan fasilitas tisu aja wkwk, rasanya kurang afdol aja bersihnya wkwk. Meskipun toiletnya gak sebersih ekspektasi aku, tapi area lain bener2 bersih dan rapih. Jadi, kata2 “kebersihan suatu bangunan itu tercermin dari kamar mandinya “ keknya gak berlaku untuk menilai kebersihan NUS haha.. Aku juga gatau toilet di bbrp titik lain, apakah sama begini atau justru jauh lebih bersih.

Salah satu fasilitas bus di NUS

Saking luasnya, mustahil keliling pake kaki doang, jadi kita perlu bantuan teknologi. Nah kita naik bis buat berkunjung ke library dan area lain. Ada halte2 bus disekitaran kampus. Busnya kayak gimana? Busnya kayak transjakarta, jalannya smooth, gak bising dan adem. Kebetulan nyobain bus baru juga, jadi makin nyaman aja wkwkwk.. Oiya, naik bus gratis yaa, gaperlu tap id card kampus atau semacamnya, tinggal naik dan turun di halte yang dituju. 

Central Library

 

Beli Tempat Pensil :)

Library nya juga luas, kursi2nya nyaman..ada juga stationery store, karena gak k tempat belanja di Singapura akhirnya aku beli oleh2 buat diriku, dan karena butuh juga sih, aku beli tempat pensil yang harganya kurleb 5,9 SGD . Mahal, ya mahal.. But for once in a year (or maybe in lifetime beli tempat pensil mahal) its ok ^^..Skrg pake tempat pensil NUS dlu, next belajar langsung jadi mahasiswa resmi NUS, Aamiiiiiiiin

Fasilitasnya banyak banget, kata kakaknya ada swimming pool, tempat nge-gym, dance studio dan lain-lainnnn.. 2 jam keliling tuh gak cukup. Oiya, semua cerita ini murni dari perspektifku yang baru pertama kali dtg ke NUS dan hanya 2 jam di sana, tentu saja pendapatku tdk bisa digenelarisir. Kapan2 moga bisa keliling lagi deh sbg mahasiswanyaaa

Angkat tangan yang mau jadi mahssw NUS!!! ett, yuk belajar yang giat dan angkat tangan berdoa pada Tuhan yahhh, Semangat!  

Kelompok Satuuu, See You Next Time......


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...