Langsung ke konten utama

JADI PRESENTER DI IYEC 2022

Bismillah..


Untuk sampai pada pengalaman ini, effort yang dilalui cukup panjang.. Dimulai dari tes berkas, tes wawancara, FGD, bikin paper, konferensi online, dan tidak lupa fundrising biaya juga berdoa tentunya.

Peserta yang berangkat dibagi menjadi bbrp kelompok sesuai poin SDGs. Aku satu kelompok dengan rekanku Nafa dari Malang, dan Raini dr Aceh. Kami semua sama2 dr semester 5. Kami harus membahas poin ke 11 SDGs yaitu Menjadikan kota dan pemukiman yang inklusif, tangguh dan berkelajutan. Kita semua bukan berasal dr jurursan yg berkaitan dgn tata kota. Ak psikologi, nafa agama Islam, dan Raini Geofisika. Tapi whatever, kita tetap berusaha optimal. Pada hari pengumpulan paper, aku n team begadang dr daerah masing2 menunggu revisi dari panitia. Alhamdulillah, struktur tulisan kita tdk dapat revisi. Lalu beberapa hari setelahnya kita konferensi online, dihadiri juri2, ada sesi tanya jawab juga. Kami dicecar bbrp pertanyaan yang mendetail dan jd masukan untuk perbaikan paper kita. Beberapa hari lagi paper kita terpilih jadi top 4, yang akan mewakili presentasi scr offline di International Youth Centre, Kuala Lumpur. Masih tdk menyangka, aku dan teman2 kelompok bersyukur dan bertanya2. Is it real or a prank?! Haha. Karena masih tdk menyangka jg, aku menghubungi org2 yang bisa myakinkan dan menguatkanku, bahwa aku, team dan paper kita layak untuk dipresentasikan nanti. Ak menghubungi rekan2, guru dan kakak2ku yg terhubung dalam kehidupan sosialku. Kenapa aku masih tdk percaya? Karena ide2 dalam paper kelompok lain juga menurutku keren banget. Saat konferensi online pun luar biasa kerennya. Lugas dan terstruktur. Sampai aku mendapat insight dari salah satu temanku, sepengalaman dia essai terpilih itu biasanya berangkat dari keresahan, yang paling realistis dan dekat dengan kehidupan. Dan kalo kembali pada essai timku memang kami mengangkat masalah dari keresahan sekitar yaitu kemacetan. Kepercayaan diriku meningka sekian persen hehe

Self Potret Sebelum Acara Dimulai

 

Hari H, aku minta doa dari org2 yg mendukungku, aku meminta afirmasi juga dari Ibu kaprodiku. Aku masih deg2an saja mau tampil. Takut memalukan. Apalagi juri yg sekarang adalah aktivis2 dari Malaysia, rasanya selain bawa diri, bawa beban negara juga (haha maaf kalo terkesan hyperbola)..

Luar biasa, teman2 tim lain pun tampil dengan optimal. Aaaa kalian keren2 bangetttt, luv.

Setelah Acara Selesai

 

Setelah selesai presentasi, alhamdulillah plong rasanya. Alhamdulillah aku merasa timku mendapat atensi yang kondusif dari audiens. Setelah selesai, beberapa kawan sesama peserta pun memberiku validasi yang positif, memberikan kata2 yg berharga atas effort kami dan bagaimana aku presentasi serta apa yg kami presentasikan. Aku bersyukur dipertemukan dengan orang2 hebat nian dan tetap rendah hati.  Itu cukup memuaskanku, sekaligus membuatku makin haus pengalaman dan ilmu baru lagi. I need to attend such agenda again, and I want to present other great material next time!!! O Allah, give me more chances and ability, Aamiiin!

Di Loby Gedung Int Youth Centre, KL

 Menurutku ajang2 seperti ini bisa dijadikan wadah mengukur diri, spaya kita tahu "kadar kemampuan dan keilmuan" kita. Bukan untuk dijadikan bahan jumawa, atau justru bahann putus asa. Tapi dijadikan batu loncatan, kalau kita haru belajar lagi, belajar lagi dengan konsisiten. Ajang seperti ini juga menjadi wadah ide2 pemuda, berpikir dan menyampaikan apa yang dipikirkan, ini menyenangkan, wadah aktualisasi diri yang amat berguna. 

"Kuasa Anak Muda adalah Jantung Negeri"

-Kak Sharifah, Kabir Influencer SDG and CEO ASEAN Youth Network Resources-

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...