Langsung ke konten utama

Kapunkhaa KRI Songkhla

With Bapak Suargana Pringganu, Konsul RI di Songkhla, Thailand Selatan

Bismillah..

Ada 77 provinsi di Thailand. Pada Sabtu, 15 Oktober 22 aku pergi ke Thailand selatan tepatnya ke Songkhla, dan mengadakan kunjungan ke KRI yang berlokasi di sana.


 

KRI bukan KBRI

KRI? Bukannya KBRI?..Ternyata berbeda, KRI itu singkatan dari Konsuat Republik Indonesia, sedangkaan KBRI itu Kedutaan Besar RI. Indonesia mempunyai sekitar 132-an perwakilan di luar negeri, terdiri dari 80an kedutaan dan 50an konsulat. KBRI memiliki wilayah akreditasi yang menjadi tanggungjawabnya, sedangkan  konsulat memiliki tanggung jawab atas beberapa wilayah dari negara dibawah KBRI yg disebut wilayah kerja. Konsulat Songkhla sendiri memiliki wilayah kerja yang terdiri dari 14 provinsi di Thailand Selatan. Pekerja Kedutaan selama 24 jam itu kebal hukum, sedangkan orang2 konsulat kebal hukum hanya pada saat kerja. Keduanya memiliki tupoksi yang cukup berbeda, konsulat bertanggung jawab pada bidang ekonomi, sosial budaya dan konsuler (pelayanan pada warga). Sedangkat Kedutaan bekerja pada bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan konsuler. Semisal negara kita dan suatu negara lain memiliki masalah politik, bisa saja salah satu pihak menolak kedutaan negara rivalnya. Misal Indo dan Thai bersitegang, hingga Indo tdk bisa mempunya kedutaan di Thai, begitupula sebaliknya. Namun, Konsul Songkhla tdk demikian, konsulat akan tp berjalan, karena politik bukan area tugasnya..


 

Menolak pembahsan Uyghur di PBB, tidak menghargai Islam? 

Ada pembahasan yg cukup melekat diingatanku saat kami berdiskusi dengan pak Suargana. Beliau memaparkan, penolakan kemerdekaan Cosovo, penolakan pembahasan Uyghur di PBB bukanlah karena pemerintah kita benci Islam, namun untuk menghormati kedaulatan negara yang bersangkutan. Jika aku sederhanakan kurang lebih begini, jika kita terlalu kencang menyuarakan hal yg mengusik kedaulatan negara lain maka kedaulatan negara kita dapat terusik juga. Seperti negara lain bisa saja akan mencampuri dan mendukung lepasnya beberapa provinsi yg ingin berpisah dengan negara kita.

Kehidupan Beragama

Di Thailand sendiri ketika hari raya iedul fitri atau iedul adha tidak ada libur nasonal seperti negara kita. Namun, wilayah2 yang mempunyai mayoritas masyarakat muslim libur, contohnya ya di Thailand Selatan ini.

Senang sekali mendengar pemaparan2 dari konsul bapak Suargana Pringganu , ada tanya jawab juga yang jawabannya meluas dan menambah wawasan. Aku inget pesan dari pak Suargana yaitu “the limit of your language is the limit of your world”. Dari situ aku terpacu untuk megoptimalkan waktu2 gabutku, biasanya bengong saking bingung mau ngapain dan berakhir milih tidur hehe.. biar my world gak limit, semoga aku bisa mengisi waktu2 gabut menjadi waktu2 belajar bahasa yg konsisiten.. Melawan diri untuk tidak rebahan terus! Fighting


 

Makan Bakso di Songkhla

Setelah berbincang-bincang kita dijamu makanan oleh konsulat, ada ruangan yang cukup besar di lantai bawah. Area luarnya sering ditutup dan pakai semacam teralis, katanya disini masih banyak monyet, beberapa hari lalu juga ada monyet yang loncat hingga memecahkan jendela. Duh, perlu hati2 banget yaa.. Wah ada nasi dan lauk pauknya, dan juga bakso!.. Baksonya enakk banget, tambah mie bihun yang juga wuenak, mangkoknya kayak kecil, tapiiiiii seporsi ini bikin kenyanggg. Terimakasih bapak, Ibu konsulat RI di Songkhla, jamuan baksonya luar biasa enak sekali, semoga kapan2 bisa berkunjung kembali dengan program2 yang lebih progresif lagi.

the limit of your language is the limit of your world

-Bapak Suargana Pringganu, Konsul KRI Songkhla-

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...