Langsung ke konten utama

It's a Small Island Called Pulau Merak Kecil

Bismillah..


 

Hello good peeps ^^

Aku mau cerita pengalamanku berlibur singkat dengan budget superr murah! Sebagai mahasiswa perantau dari kampung ke Jakarta, tentu riuh dan tenangnya alam sangat aku rindukan, namun pulang kampung menjadi opsi yang cukup sulit dilakukan, karena budget yang tidak sedikit. Dan sebagai mahasiswa yang banyak aktivitasnya (cailah sibuk bat keknya hehe) aku masuk tim orang yang liburan "pergi jumat-balik minggu". Ada yang begitu di sini? Angkat tangan! lanjut scroll lagi..

Liburan kali ini diagendakan oleh "my college buddies". Lokasinya di Banten, Pulau Merak Kecil. Cukup mudah diakses dan tentu terjangkau, anak kost masih dapat hidup besoknya hehe

APA YANG MENARIK ?

- Lokasi yang mudah diakses dari Jakarta.

Sangat mudah untuk menggunakan transportasi publik. Yaitu dapat menggunakan Commuter Line dan Kereta Api lokal, tentu harganya sangat bermasyarakat.

- Air Laut yang Jernih dan Pemandangan yang Memanjakan

Saking jernihnya airnya tampak biru, sehingga banyak wisatawan yang berenang atau berjalan jalan ringan dipinggir pantai dan menikmati deburan ombak kecil yang menyiram kaki. Meskipun siang terik, udara di sini sangat segar, oiya karena dekat dengan pelabuhan, kita juga dapat melihat kapal-kapal besar yang gagah melintas. 

- Pengelola yang Atraktif

Di sini terdapat juga permainan-permainan adrenalin khas pantai yang ditawarkan seperti banana boat atau wisata menyenangkan seperti snorkling dengan biaya tambahan. Terdapat banyak pengelola yang aktif menawarkan dengan baik tanpa sikap yang menyebalkan. Jika hendak meninggalkan tempat menyewa tikar pun, mereka menawarkan diri untuk menjaga barang2 kita, asal dompet dan handphone kita bawa saja. Jadi kalau barang kita cukup banyak, tak risau kalau meninggalkannya terlebih dahulu karena ada yang mengawasi. Oiya bagi yang suka camping di daerah pantai, ada juga camp ground dengan biaya berbeda, info lengkapnya bisa di lihat di instagram @anakpulo ya!

- Jajanan Terjangkau dengan Service yang Bagus 

Ketika kita duduk di atas tikar terdapat owner2 warung yang memberikan lembaran menu, di sana tertulis no telepon seluler. Jadi jika hendak membeli sesuatu, cukup miscall - tunggu ditelpon baik - sebutkan pesanan - pesanan datang - dan bayar. Harganya juga tergolong murah untuk di tempat wisata, air mineral 1 liter cukup merogoh kocek 10k. Mie instan lengkap dengan telur dan tambahan cabe rawit di harga 15k, pecel ayam 25k (sama seperti di pinggir jalan Kota Jakarta), minuman manis harganya 5k (sama seperti di mamang2 dekat kampusku hehe). Meskipun kita pesan 1 item, mereka tetap gercep melayani, dan harga tersebut sudah all in ya, ga ada tambahan tax atau biaya service!.

- Tips dariku?

Karena terlalu bersemangat, kemarin aku dan teman2 datang dari pagi, sehingga sempat bingung ngapain aja, akhirnya mengisi waktu dengan jajan haha (ini yang membuat tambahan pengeluaran personal ya).. Kalau hendak menunggu sunset dan "ngadem" aja bisa datang dari siang seperti jam 2an..


Bagaimana Rute dan Budgetnya? 

(Aku ceritakan rute yang aku tempuh dr kost ku di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan). 

- Naik KRL Stasiun Kebayoran - Rangkas Bitung (sekitar 2 jam/harga sekitar 8.000)

- Kereta Lokal Rangkas Bitung - Serang (Sekitar 1 jam/harga 3.000) 

Kami menginap dulu di Serang, karena ada rumah teman di sini.

- Kereta Lokal Serang - Merak (Sekita 1 jam/harga 3.000)

- Angkot Stasiun Serang - Pelabuhan (Sekitar 7 menit/Harga 5.000)

- Perahu nyebrang bolak balik ke pulau (Sekitar 6 menit/15 ribu)

- Tiket masuk (harga 2.000/orang)

- Sewa tikar dan hammock (waktu sepuasnya/harga 30.000) 

- Maxim mobil ke stasiun all (sekitar 100 ribu) --> (Kemarin dr kost ke St. Kebayoran PP, dari rumah teman ke St. Serang PP 2x)

- Untuk jajan awalnya agar lebih muran kami mengumpulkan uang 50 ribu per-orang, namun uang tersebut lebih mudah untuk dialokasikan ke akomodasi si atas, seperti angkot, tiket masuk dan ojol. Sempat juga kami gunakan untuk jajan kebutuhan dan keinginan bersama seperti air mineral, cilok, telor gulung. Kalau ditotalkan patungan kita hanya 77.000 per-orang (2 hari 1 malam yang mana makanan berat diprovide keluarga temanku di rumahnya hehe)

- Jadi kalau mau tekt-ok ke pantai dan pulang ke kost lagi sebetulnya bisa lebih murah, dan tergantung kebutuhan jajan masing2. Kebetulan aku dan teman2ku sangat suka makan, jadi diluar patungan masih pada mengeluarkan uang sendiri untuk membeli jajan tambahan, seperti mie, rujak, minuman manis dll.

Selamat mencoba saat berlibur singkat guys^^

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...