Bismillah..
Setelah pada part sebelumnya aku menyampaikan pengalamanku mencicipi beberapa destinasi kuliner yang ditemukan di Jakarta, tentu tak berhenti di situ. Aku mencoba makanan lain, dan dengan penuh rasa senang aku akan menceritakannya di sini. Apa saja? check it out!..
1. Pochajjang
Keluar dari gang kost-ku, aku langsung di dekatkan dengan tempat kuliner ala-ala. Ala apaan? alah siah boy ala oppa oppa wkwk. Ya, kuliner AYCE aka All You Can Eat BBQ, dengan konsep tendaan seperti di drakor2. Konsepnya bakar daging sendiri, ngambil sendiri, dan tentu makannya lebih baik ramean. Sejauh ini, seingetku aku sudah makan 3x bersama rekan-rekanku (rekan panitia, rekan curhat dan rekan kost wkwk). Selain daging ada pula snack korea yang boleh diambil sepuasnya, seperti topokki, gimari, ayam tepung dan lain sebaginya. Ada minuman manis dan es krim. Gak usah khawatir, nasi juga ready. Alasan lebih dari satu kali makan di sini adalah karena dekat, cukup jalan kaki dan memang lagi ada aja duitnya haha. tergolong affordable di banding tempat lain sependek pengetahuanku. Untuk paket termurah harganya sekitar 120-an (inc pajak, kalo pengen ada kuahan upgrade paketnya, sekitar 140-an ke atas ya!
2. Dokki
Masih AYCE konsepnya nih boz!. Uniknya ini topokki. Ada banyakk variannya. Selain main side dishnya, ada juga odeng, ramyeon, gorengan, buah, es krim, nasi goreng kimchi juga ada. Waktu itu aku makan berdua sama teman, terus kita add corn mozarella cheese gtu, (tapi sebagiannya malah kering, gatau cheesenya terlalu dikit atau apinya kepanasan wkwk) sampe huekzz kenyuangg buangetz. Agak pricey karena di mall, aku dan temanku nyoba di mall Gandaria City. Sebagai anak kost yang masih mendang mending dalam decide something, mempertimbangkan harga dan apa yang di dapat, kesimpulanku sejauh ini, enak tapi cukup nyoba satu kali. Kedua, ketiga nanti2 lagi deh kalau ada rejekii.
3. Raa Cha
Rasanya lumayan. Konsepnya ambil mentahannya lalu nanti bayar, berapa banyak yg diambil akan disesuaikan. Ada juga sih yang paketan. Dari segi rasa sih lumayan, dari tempat hmm.. aku agak capek makannya karena jarak pemanggang sama tempat duduk dekat, dan gatau kenapa nyiprat2 panas haha.. sebelum makan aku udh pengen pulang T_T wkwk. Rasanya makannya enak dan dapat diterima lidahku, tapi lagi lagi mempertimbangkan dompet dan pengalaman makannya, satu kali saja sudah cukup untuk ceklis destinasi kulinerku.
4. Ramen Shun
Tiba2 di paruh pertengahan tahun 2023 di seberang gang kost dibuka kedai baru, kedai ramen. Katanya ramen dengan kuah collagen, makan enak kulit glowing. Aduhaiii tukang jajan tapi pengen sehat ya wes langsung kepo dong. Akhirnya tulali tulalit call besti yang sama2 tukang kuliner buat nyoba ramennya barengan. After exausthing day si mahasiswa aktif yang juga sibuk freelance sana sini (baca : cukup money oriented karena sadar suka jajan, jadi gabisa ngandelin income bulanan dari ortu aja yah, selain dapet uang jajan, freelance juga nambah banget pengalaman apalagi sesuai keilmuan kita. Lha kok jadi edukasi finansial dan karir ya haha) kembali ke piring.. kita kahirnya makan di situ, ditambah sepiring mandu. Rasanya enak dan menghangatkan. Boleh lah ke situ lagi kalo ada yang ngajak kapan2, top tidak mengecewakan.
5. Nasi Padang Sederhana
Aku gak pernah beli. Tapi beberapa kali dapet nasi kotak yg diprovide tempat ku projek2. Tanpa panjang lebar rasa rendangnya bintang 5 plus pus plus. Enak bangettt!!!! Mau lagii....
6. ANDAKAR steak
ANDAKAR itu singkatan lho.. (ANeka DAging baKAR). Aku sempat makan di outlet jl. Radio Dalam, cukup berjalan kaki dari kost-ku, waktu itu makan gratis sebagai hadiah ulang tahun dari kakak tetangga kost-ku. Kalau tidak salah kita beli sirloin well done, aku dipadankan dengan mushroom sauce dan mashed potato, duh kenyangnya. Dari sudut rasa pengecap lidah orang biasa ini, satu2nya alasan bahwa steaknya enak adalah karenaaaa... gratisss! hehe. Kalau budget pas2an, sepertinya aku akan menahan diri deh, karena belum ada pemikat rasa yang kuat yang bisa memanggilku kembali lagi.
"Harta yang menjadi rezeki kita adalah yang sampai pada tenggorokan kita"
-Anotasi temanku dari ceramah ustadz di pengajian rumahnya-






Komentar
Posting Komentar