Bismillah..
Kita dan Internet
Sebagai generasi yang tumbuh dalam masa kemajuan teknologi, aktivitas sehari-hari tak lepas dari internet, mulai dari berbelanja, belajar, berkomunikasi dengan orang lain atau bahkan sekedar memeriksa sosial media. Dalam segi komunikasi, kemajuan internet ini tentu saja memberi dampak positif yang sangat besar. Seperti komunikasi bisnis internasional, mempererat hubungan keluarga yang tinggal berjauhan antar kota bahkan antar negara, serta secara cepat bisa terhubung dengan teman lama yang terpisah jarak.
Tidak hanya dimanfaatkan untuk berkomunikasi oleh orang yang tinggal berjauhan, kemajuan internet juga dimanfaatkan oleh orang yang berdekatan misalnya untuk mengirim pesan rahasia alias gosip atau sekedar bercanda. Dengan segala manfaat dan kemudahannya, penggunaan internet sudah sangat melekat dalam keseharian bahkan untuk hal-hal kecil.
Akan tetapi, meskipun sosial media sangat mudah digunakan seperti berkirim pesan atau menelepon untuk terhubung dengan orang lain setiap saat, kemudahan itu tidak menjamin setiap orang akan selalu bersedia melakukannya. Banyak sekali orang yang enggan membalas chat orang lain meskipun sudah melihat notifikasinya, atau enggan mengangkat telepon meskipun bunyi nyaring dari dering ponsel sudah amat menggelegar terdengar.
Mungkin pernah kita alami ada teman yang melakukan hal itu, sampai gemas sendiri kenapa bisa lihat status tapi pesan berjam-jam lalu belum dibalas. Atau bahkan bisa jadi kita pelakunya, sampai diprotes banyak orang. Padahal sedang memainkan ponsel, seharusnya tidak sulit untuk membalas chat atau mengangkat telepon, tapi malah mengabaikannya dan lanjut scrolling.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat orang berperilaku demikian?
Ternyata menurut Dr. Mary Kempnich, seorang dosen Psikologi dari
Universitas Oxford Inggris, ada beberapa alasan dibalik orang yang melakukan scrolling
social media tapi enggan membalas chat seperti DM Instagram atau Chat
Whatsapp, alasan tersebut adalah karena merespon pesan memerlukan waktu dan
mendorong kita memberikan usaha lebih. Apalagi kalau diberi pertanyaan-pertanyaan
yang perlu dipikirkan. Contoh mendapatkan chat “Kapan nikah? Undang dong”.
Butuh lebih dari seminggu untuk kita berpikir waktunya, tempatnya, cateringnya
belum lagi nyari jodohnya!. Bahkan membalas chat bercanda pun masih perlu usaha
agar balasan kita tidak garing haha
Sedangkah scrolling merupakan hal yang kita lakukan secara pasif belaka seperti mencari hiburan, sebagai bentuk “kabur sementara” dari penatnya kegiatan di dunia nyata. Oleh karena itu terjadi ketidakseimbangan jika melihat perbandingan energi yang perlu dikeluarkan, scrolling terkesan lebih mudah dilakukan dibandingkan membalas chat atau mengangkat telpon.
Alasan ini dapat dijadikan bahan “postink” alias positive thinking kalau pesan kita belum dibalas atau telpon belum diangkat. Mungkin teman kita sedang lesu dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan kembali energinya.
Namun, perlu diperhatikan, menjadi hal paling penting untuk meluangkan waktu sesekali sebagai bentuk kepedulian dan memberikan
dukungan satu sama lain. ^^
Komentar
Posting Komentar