Langsung ke konten utama

Yay or Nay : Join Open Trip Jkt-Bali- Nusa Penida

Bismillah..


22-26 Desember jadi libur yang cukup panjang buat mayoritas orang, soalnya libur semester pasca pembagian rapot lalu cuti nataru. Exclude me yg sebenernya cm cuti tanggal merah, mahasiswa swasta yg justru baru mau masuk pekan ujian. Tapi kalo ada kesempatan traveling mah ya oke gas.


How much is the cost?

Aku ikut open trip dari agen travel, all in 2 juta. Include makan selama di Bali - Nusa Penida, akomodasi dr berangkat smpe pulang, hotel, dan tiket wisata di sana. Lalu aku membawa uang saku 650 ribu, untuk makan selama perjalanan Jakarta - Bali dan Bali- Jakarta (karena tdk dicover), beli oleh2, tip tour guide (seikhlasnya), beli snack diswalayan karena suka nyemil, dan ojek online dr kostan ke meeting point (mepoku di semanggi).

Aku berangkat bareng tetangga kost ku, jadi kita banyak sharing bill, contohnya beli obat2an pribadi, lalu kita penasaran sm pie susu bali merk A-beli 1 buat berdua, penasaran sm kacang disco-beli satu buat berdua, makan di jalan kalo gak laper2 banget beli seporsi buat berdua, cemilan dijalana, air minum pun sama kita sharing bill. Membantu lebih irit.


Berapa lama di perjalanan ?

Karena ini high season jadi cukup macet, aku brkt hari jumat jam 5 subuh sampe destinasi pertama (pantai Jimbaran) hari sabtu jam 6 sore, alias sekitar 36 jam 😋. Pulangnya lebih cepet dari Bali hari senin jam 10 malam sampe jakarta hari selasa jam 12 malam sekitar 26 jam. Untungnya banyak berhenti di jalan (setiap waktu sholat) jadi bisa meregangkan badan. Tapi tetap kaki pasti bengkak😀, punggung ngilu ngilu.


Kemana saja di sana?



  • Menikmati sunset dan seafood di pantai Jimbaran

Sunsetnya indah, pas kesana bahkan ada yg lg bikin event lamaran, what a romantic scene to see. Terus kita makan di pantai sambil ada penampilan tari Pendet. Karena ini masuk paket jd porsinya sesuai ketentuan travel, gak terlalu banyak 😄 rasanya enak, semoga bisa kesana lagi dan makan seafood lebih buanyak.

  • Tidur di hotel Pricess Keisha, Denpasar

Hotelnya bintang 3, not bad. Nyaman untuk tidur. Dan layak disebut hotel. Malam ke satu kita sampe hotel cukup cepat di jam 8nan, sayangnya aku dan rekanku langsung istirahat, padahal daerah situ banyak kuliner dan dekat dr pusat wisata. Kita berpikir besok saja, ternyata esoknya kita sampai hotel sangat larut. 😄 pelajarannya : jika ada kesempatan untuk jalan-jalan, langsung lakukan.



  • Desa Penglipuran

Ini katanya desa ke-3 terbersih di dunia. Memang bentuk bangunannya unik dan Bali banget, tentu bersih juga, di sini ada jasa sewa  baju Bali. Harganya 100 ribu-jujur mahal tapi kami sewa saja demi kepuasan pengalaman dan foto cantik😁. Ada minuman khas juga namanya Loloh Cemcem berwarna hijau harganya 5k saja satu botol, enak kok bisa diminum agak gurih dan asam. Katanya khasiatnya bagus.



  • Tirta Gangga

Ini rupanya yg sering muncul di explore instagram, turis asing foto dikerumunin ikan. Aku gatau ini tempat ibadah atau apa, aku hanya sebentar di sini, berfoto dan melihat ikan ikan besar, sebesar paha orang dewasa. Ikannya ginuk ginuk banget🐟. Banyak wisatawan asing di sini, seperti dari india.



  • Pura Lempuyang

Jaraknya jauh bangwt, katanya ini dataran paling tinggi di Bali. Ini sebenernya tempat ibadah, jadi kita dikasih sarung batik bali pas sampai, dan gaboleh seksi2 kalo mau foto dekat pura, nanti ditegur, dan karena viewnya yang cantik jadi banyak wisatawan asing maupun lokal. Oiya, di sini juga bisa sewa baju Bali, harganya lebih murah cuma 50k plus dapet properti bunga sajen dan jasa difotoin, alamak nyesel lah knp gak sewa di sini saja ya. Jalan ke sini curam banget, turun dari bis kita naik mini van gitu, terus kita harus jalan kaki atau bisa naik ojek untuk sampe ke pura. Kalo solo trip kayaknya agak mustahil aku maksain ke sini, jauh banget dari daerah hotel.



  • Nusa Penida

Baru sampai pelabuhan banyak tour guide lokal yang memegang kertas berisi nama-nama wisatawan yang sewa jasa mereka sebelumnya, nama2nya macam2 dari nama china hingga eropa. Di Nusa Penida kita ke pantai Kelingking dan Broken Beach. Kalau sempat harusnya kita bisa ke Crystal Bay, tapi karena cukup telat nyebrang dari pelabuhan Sanur ke Toyapakehnya jadi tdk sempat. 😀 Jalanan di sini masih sangat sempit, hebat sekali para driver tour di sini, mereka hati hati tapi kecepatannya oke, kalo berpapasan juga aku gak merasa khawatir, para drivernya piawai. Ketika aku sanjung2, driver mobilku bilang “bisa karena terpaksa keadaan kak”😁. 



Katanya di pulau ini tdk ada mall, wisata di sini baru sangat hype tahun 2017-an dn pembangunan jalan mulai berkembang sekitar tahun 2018. Banyakk sekali turis asing di sini, di beberapa season katanya banyak pengunjung kulit kuning (china maindland kayaknya), orang India juga banyak begitu pula bule Eropa. Aku juga berpapasan sama mereka. Meskipun tergolong pulau kecil dan masih penuh kebun kebun serta tidak segemerlap Denpasar, tapi katanya banyak juga orang Asing yang menetap bahkan menikah degan orang lokal lalu buka usaha restoran di sini.


Apa yang Unik?

Bangunan di Bali tidak se-pencakar langit di jakarta. Bangunannya cenderung pendek-pendek lho.. karena ada peraturan bangunan tidak boleh lebih tinggi dari tempat ibadah. Karena setiap rumah punya pura, pondasi pura harus lebih tinggi dari pondasi rumah, begitupula tinggi rumahnya. Kemudian untuk public building, seperti mall dll, patokannya tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa atau tinggi pura dekat bangunan setempat (kata bli wayan guide kami di Nusa Penida). Peraturan ini sama di Bali maupun di pulai Nusa Penida (karena masih bagian dari Bali).


Lalu ada jalan tol untuk motor di Bali. Rider rider motor pasti senang nih kalo motoran di Bali😁.


Yang unik dari open trip, ofc kita pergi bareng stranger, kemarin mayoritas ibu2. Sumpah stamina mereka lebih baik dr aku yg muda tapi jompo. Mereka ceriaaa terus dr pergi sampe pulang dan semangat mencapai desti asi tang jauh2 itu😁.. sampe mikir “tar kalo gue paruh baya bakal ikut open trip gini gak ya😂”


Oiya ada cerita unik selama di Nusa penida, pas aku tanya apakah ada bandara, jawabannya tidak, tapi ada landasan heli di dekat Kelingking beach, sempat ada wisatawan asing yang ngalamin kondisi darurat, lalu lgsg dijemput helikopter karena asuransinya mencover itu, (waw pasti super kaya)😁 semangat ah mencari rejeki halal dan tetap menikmatinya😇.


Jadi Yay or Nay?

Dengan destinasi yang jauh-jauh ini bukan sebuah bad idea untuk ikut open trip, kita tidak perlu rungsing mikirn fafifunya, apalagi destinasi seperti pura Lempuyang, Tirta gangga dan pulau Nusa Penida yang notabenenya jauh2 banget, menurutku good choice ikut open trip dan dihandle mereka akomodasi sama makannya. Jadi ikut open trip dengan destinasi tadi bagiku Yay.


Will I go again to Bali? Ofc yay dong tapi Nay ke destinasi kemarin, karena super jauh dan cukup tau aja, lalu Nusa Penida meskipun indah juga panas puollll jadi bagiku sekali sudah cukup. Kalo rindu vibes dan viewnya aku bisa ke karangtawulan aja di Tasik😂😂, 11-12 kok😁


Aku pengen balik lagi ke Bali di peak season, buat menikmati daerah kuta, canggu dan sektarnya saja. Yang dekat dari airport, dan akomodasinya bisa pake motor sewa. Semoga bisa kembali lagi ke Bali pake pesawat buat menikmati pantai-pantai, kuliner dan susasananya🦋.. pengen balik buat lihat tari kecak, makan seafood di jimbaran, terus sate ikan lilit dan ayam betutu sepuasnya😄


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...