Langsung ke konten utama

3 Negara: Part 3 - Lessons

Bismillah..

Sapa Lake

- Be Deciplined!
Targeted Cities yang kita pengen sebenernya ada 7 tapi yang terpenuhi ada 5 (Bangkok, Samut Prakhan, Hanoi, Sapa, Kuala Lumpur). Tiap kota juga kita punya target landmark tapi gak semua bisa kita visit. Ini terjadi karena beberapa alasan, pertama kita capek kedua kita gak disiplin istirahat. Terkait capek sebenernya wajar, jangan maksain apalagi kan ini niatnya traveling untuk senang jangan sampe terkilling2. Tapi, ini diperburuk  dengan pola istirahat kita yg buruk, kita selalu tidur di atas jam 12, karena scrolling hape (liat liat foto seharian wwkk), akhirnya selalu pengen tidur pagi dan mulai explore kotanya siang. Apalagi di Hanoi, karena dingin gak sanggup kalo terlalu pagi 😂. Apabila pola istirahat lebih teratur, akan meminimalisir resiko lelah dan bisa mulai eksplor lebih awal dan lebih banyak.

- Well Prepared Please!
Kesalahan kita adalah punya iten, punya target tapi selow booking. Akhirnya kehabisan harga murah. Contoh, hotel bangkok dipesen h-1. Sleeper bus dipesen h-1 juga ternyata abis, akhirnya harus extend di Hanoi sehari dan nyari hotel baru. Tiket pesawat KUL-CGK, mesennya ditunda2. Pdhl sempet dapet 500k tapi karena ditunda makin naik jadi dapet 700k wkwk. Rencanakan, riset, pantau dan book!.

- Jangan Meremehkan Pekerjaan Orang Lain
Ini muncul dari obrolan dgn travelmateku. Aku kira jadi Content creator itu gampang, lho kok susah ya. Riweuh harus stay on camera. Beberapa moment aku cuma pengen nikmatin perjalan, beberapa moment aku bener2 hectic ngejar kendaraan dan lain2. “Enak ya pekerja konten, jalan2 dapet duit, isinya enak semua”. Ternyata gak semudah itu! Aku aja tadinya pengen jadi youtuber, gadaa, belom bisa wkekekekekk. Standing applause buat para kreator entah itu yg vlog atau footage2 santai estetik, kalian keren!. Kata temenku “makannya kita tuh jangan remehkan pekerjaan orang”. 

-Solusi akan Datang pada Orang yang Tenang
Ini adalah quotes yg temenku bawa dari ibunya. Dan benar, pas riweuh2nya, putus asa, rungsing kekurangan uang dan repot nuker karena pada punya minimum, atm yg gabisa transaksi int, ketika rungsing makin gelap solusinya gak keliatan. Tapi ketika yakin Allah akan bantu, mencoba tenang (meskipun panik), tetap ada jalan. Kita berhasil melewatinya😇 akhirnya ngomong “tuh kan kita bisa”. Contohnya, nyari hotel extend Hanoi susah yg murah, panik, gak nemu. eh kita cari dgn coba tenang penuh yakin Allah bantu, kita buka air bnb dannnn adaa yg buka room baru, murah, dekett dan bagus banget. Terus abis uang dan gagal narik atm di KL, panik, rungsing, gaada solusi, sedangkan money changer cm nerima pecahan 100k dengan minimun tular 200k.. aku cm punya 150 rebu, tarik napas tenangg, bbrp menit kemudian ketemu teteh2 Bandung yg juga mau nuker uang, atmnya juga bermasalah, akhirnya aku punya 100k dia punya 100k, dann kita bisa tuker di money changer karena udh ada 200k😭🙏🏻

-Stabilkan Diri secara Financial
Aku masih menganggap keluarga sebagai dana darurat kemarin, harapannya di trip yang akan datang aku punya tabungan sendiri untuk dana darurat, jadi kalo ada pengeluaran di luar prediksi aku gak telpon kakakku minta tolong bayarin, meskipun aku ganti tapi ujungnya aku bener2 kehabisan tabungan😭🤣. Trip ini memang terlalu nekat😂

-Pilih Bank Yang Trusted bisa Transaksi Luar Negeri
Sblm berangkat aku sampe buka rekening dengan fasilitas debit berlogo mastercards, tujuannya agar memudahkan transaksi. Ternyata gak bisa dipake, book bagasi tambahan yg mana pake mata uang asing, trabsaksinya di tolak terus, mau book sleeper bus dan air bnb juga demikian. Akhirnya aku minta tolong sodaraku yg punya debit berlogo visa. Alhamdulillah mau membantu, tapi saranku lebih baik ounya sendiri, karena kebutuhan trabsaksi ini berulang2. Pastikan m banking, debit dan kebutuhan trabsaksi lain berjalan dengan baik sebelum berangkat. (Biaya tarik atmku kemarin kalo gagal 5k persekali gagal, duh mana gagal 4x) haha.

- I think all moslems are brothers 
Di Hanoi tb2 ada bapak2 yang nepiin motornya deket ak sama temen pas lagi jalan, blio bilang “assalamualaikum”, bantu nunjukin pho halal, dan bertegur sapa dengan positif. Indahnya, saling menbantu😇 Sefruit fakta, muslim di Vietnam kurang dari 1 persen dr total penduduknya lho.. 

- Traveling Membuat Kita Open Minded
Di Train Street kita bertemu pasangan suami istri dari Malaysia, langsung nyambung lah bertegur sapa. Ada beberapa kalimat yang aku ingat sampe sekarang “Dengan traveling pikiran kita jadi terbuka dengan banyak hal, senang bertemu saudara-saudada baru”, aku juga merasakan hal yang sama ini memang benar!. Lalu “kalian masih kuliah? Tenanglah, masih masa belajar, perjalanan masih panjang”. Tepat sekali aku dapat obrolan ini, kadang aku terlalu tergesa sampai pada suatu tujuan, padahal inilah proses yang perlu aku jalani dan nikmati bukan?.

- Pilihlah travelmates yang cocok
Perjalanan ke luar negeri bukan harga yang murah. Jadi jangan sampai mood kita ancur2an gara2 gak cocok sama temen travelnya. Aku sih suka nya gini, kalo temenku dominan aku bakal jadi follower sama setiap decision trip. Kalo temenku follower, ya kita harus inisiatif, karena nanti kalo sama2 follower, malah diem2 aja gak eksplor kota haha.
Penting juga untuk pergi sama org yg kita berani terbuka kpdnya, contohnya aku sempet ngerasa “digas” terus pas ngbrol sm temenku, awalnya aku diem2 aja, terus aku sebel, coba kalo aku diem gak terbuka, aku bakal terus sebel, temenku pun gak menydari itu. Tapi aku ngomong “aku ngerasa kamu kok ngomongnya ngegas terus ya”, temenku lgsg minta maaf dan bilang gak sadar. Dan trip kita berlanjut sampai pulang. Karena dalam proses traveling ada beberap kejadian yang mungkin bisa bikin kita lebih emosional. Jadi penting untuk pergi dengan org yang cocok. Kita di negara org lho, gabisa bete langsung pulang ke rumah🤣

- Riset Harga Valuta Asing
Beda kurs 0, sekian aj ngaruh banget. Jadi risetlah money changer dengan harga terbaik ya!

- Ucapan adalah doa
Dari awal kita hanya sering berucap, disertai ada rasa optimis kalo Allah bakal kasih jalan. Tapi kita bener2 gatau jalannya apa. Tapi Allah punya banyakk kehendak. Semoga ini bisa kita apply di setiap sektor hidup kita ya, berkata positif, dan yakin sama Allah, tetap berjuang untuk apa yg ada dihadapan kita✨

- Dear Ara, My Travelmate 
Lu temen trip yang baik, suka ngobrol sama foreigner, dan inisiatif nawar harga dan mastiin. Itu sikap yang sangat membantu mempermudah trip kita kemarin. Gue yakin, 1 cap imigrasi mendarat di passport, pasti ketagihan cap2 dari negara lain haha.. Makasih udh melengkapi kekurangan gue dalam membaca arah, atau kadang gue yg panik haha..Gue berdoa semoga lu happy dengan apa yg lu lalui sekarang dan bisa pergi ke tempat impian lu di masa mendatang.. Semoga kedepannya kita akan berbagi cerita positif terus, meskipun udh jarang ketemu. Kalo ini bisa jadi portofolio, gue pengen bilang ke atasan lu : “Ara orangnya bisa kooperatof, tenang dan selalu bisa problem solving, bisa bekerja dan menempatkan diri dengan baik dalam tim”. Semoga dimanapun lu bekerja selalu profit ya😁 Tuhan selalu membuka banyak pintu! Selalu ingat ada banyak jalan menuju Roma, begitupula menuju Bangkok😂..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...