Langsung ke konten utama

Investasi Pengalaman

Bismillah..

Sudah sejak lama aku bertekad pergi ke Hatyai. Aku nabung di dalam toples bekas milo cube, aku tandai nominal uang yang aku masukan. Kapan saja aku pergi, aku harap ya terjadi. Sampai pada bulan Juli aku lihat via IG ada poster event international. Salah satu acaranya di Thailand, akhirnya aku memberanikan diri ikut. Ada sekitar 700-an orang yang mendaftar baik dari kalangan pelajar (info from the comittee), mahasiswa S1, S2 maupun profesional. 

Seleksi wawancara

Masuk Top 33 T_T


Tahap FGD

Alhamdulillah ak masuk tahap wawancara. Alhamdulillah lagi aku berkesempatan jadi top 33 delegates, dan bisa mengikuti FGD sbg seleksi memperebutkan pendanaan penuh. Tapi,, org lain itu hebat2 bgt, fluent bicaranya, berdaging dan berbobot apa yg disampaikannya. Duh sadar aku, dunia ini sebenernya punya banyak orang2 pinter. Aku belum berkesempatan dpt fully funded, tapi top 33 ini dapet diskon sebagai delegasi spesial. Aku bingung, pengen banget ikut tapi gak ada dana, mau minta orang tua pun takut Cuma buang2 duit. 

Akhirnya aku nyari pencerahan, hubungin temen2 dan org2 yg aku anggap bisa kasih insight. (Ara as my genuine friend *so bat dah gue manggil lo genuine wrwr, and kak Bila Harahap as my inspirator *kl yg ini beneran kak, thank u so much for ur insight), juga ateu billy (halo ateu pas ak bingung pilih magang di Krabi sebulan atau ikut program ini, your insight helps me a lot to decide hihi ) mereka kasih feedback yg bisa jd bahan nguatin aku utk lanjutkan ini program. Aku bicara dgn org tuaku. Dan puji syukur ak dapat restu. 

Aku gak begitu berani minta pendanaan full jalur parent foundation wrwr.. Alhamdulillah selama kuliah aku beberapa kali ikut lomba, projek penelitian, ngMC, dan kegiatan2 kampus lain yang ada nilai insentifnya. Aku selalu simpan sebagian besar bahkan hampir semua hak miliku (karena aku bertekad backpacker brsama kawan ke Hatyai dr dulu). Jadi uang jajan dan sisa biaya program bisa tercover oleh itu. Alhamdulillah, ini benar2 kelapangan dari Allah..

Konferensi Internasional SDGs Online


 

No 3 Paper Tim gueeee T_T


Selanjutnya para delegasi dibagi ke dalam kelompok sesuai poin SDGs, aku kedapatan poin 11. Bertemu teman2ku yaitu Nafa dan Raini. Alhamdulillah paper tim kita masuk top 4 (sdh aku ceritakan lebih banyak di https://diditpadi.blogspot.com/2022/10/jadi-presenter-di-iyec-2022.html ).. Gonjang ganjing keminderanku teruji banget disini, makasih buat org2 yg ngasih super power words lumayan charge my pedeee sekian persen, sangat menolong saat emergency begini hahah.. makasi ateu ajeh (u said that I’ve to be confident, do presentation well, dan paperku layak hwaa ur words gave me strength wkt ituu T_T), Araaa (si paling sering gue telpon dan denger gue nangis, yok kita janji saling kasih power each other heeh ceuu!, makasih dah percaya gue n team deserve maju), dan tidak lupa mas raplii (halo2 mas makasih dah aku recokin tanya2 dan selalu mau jawab dengan terperinci).

Ngapain aja di sana?

Di sana aku ikut kunjungan ke KRI Songkhla, city tour juga di sekitar Songkhla, Thailand Selatan. Lalu ada Konferensi SDGs di Kuala Lumpur dan Kunjungan KBRI, KL serta city tour sekitar Kuala Lumpur, Malaysia. Terakhir Kunjungan ke National University of Singapore dan sedikit city tour di Singapura.

Apa Pelajaran yang Aku Ambil?

- Lebih baik bersinar di antara bintang-bintang daripada bersinar di antara bebatuan

Mengikuti kegiatan ini mempertemukan aku dengan berbagai pemuda dari seluruh Indonesia. Setiap pulau ada. Papua, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Jawa. Orang2 yang lebih muda dan orang2 yang lebih tua. Orang2 dengan gagasan dan potensi masing2. Dan aku belajar tentang saling menghormati, tidak ada sama sekali orang yang jumawa di sini. Mereka percaya diri dengan bakatnya, dan menghargai kelebihan orang lain. Orang yang aku temui, pemuda potensial semua. Ada mahasiswa berprestasi di kampusnya, duta nasional bidang a, b c dll, aktivis2 kampus, rajin ikut forum pemuda tingkat internasional, polyglot, sudah berkarir dan masih banyak lagi. Semuanya bersinar dengan warna masing2. Ini membuka hati dan pikiranku, bahwa dunia ini penuh warna, kita gak bisa kekeuh pengen jadi CENTRAL OF THE WORLD. Setiap orang punya peran. Mereka semua pemeran utama dengan kehebatannya dalam ceritanya masing2.

- Kekuatan Do’a

Dari sekian orang yang aku ajak cerita, atau tak sengaja ngbrol, atau juga yang ak perhatikan kesan pesan yg mereka sampaikan. Mereka selalu mengucapkan pujian dan syukur pada Tuhan sebagai sumber kekuatan. Mereka menempatkan diri sebagai orang yang tak berdaya dan mengharapkan rahmat Tuhan. Heyyyy, beginilah orang2 hebat nian, terlihat amat indah diteladani. Berusaha maksimal dan melimpahkan keputusan takdir pada Tuhan. Apa kabar kesombongan yang mungkin masih mengerak dalam hatiku sebagian (?)

- Jangan lagi Menyalahkan privilege Maudy Ayunda!!.

Hey, yg suka nyinyirin mereka2 yang mampu membeli pengalaman di atas kita, Sepertinya harus berhenti cepat2 ya wkwk. Mereka yang punya uang dan punya kesadaran adalah nilai yang amat elok menurutku. Mereka tahu uang itu di gunakan seperti apa untuk kebermanfaatan. Kebermanfaatan memperluas wawasan, menambah ilmu pengetahuan, terhubung dalam jaringan orang2 terpelajar. Air mengalir akan jernih, sdangkan yang menggenang akan keruh. Bayangkan, kalo punya uang hanya dipeluk saja, tdk memperdulikan upgrading diri, dan kebutuhan akan pengetahuan. Celaka sudah menjadi manusia jalan di tempat bak air keruh bukan (?). Bukankah tak elok menjadikan ketidakmampuan kita sbg tameng untuk menghambat kemajuan. Ibu dari pada guru Imam Malik saja menghabiskan 30.000 dinar (1,502,970,066.60 rupiah [ini kalo dinar kuwait kata gugel]) untuk pendidikan anaknya. Masa kita mau pelit dengan harta kita, atau justru ngatur2 harta orang biar pelit tdk berinvestasi pengalaman, ilmu pengetahuan dan wawasan ? hehe.. Intinya, wajar saja orang2 yang banyak uang itu pengen belajar ke tempat yang bagus dan jauh, karena membeli pengalaman itu euforianya sangat penuh kebermanfaatan dan menyenangkan. Walopun kita tdk punya keistimewaan dari segi harta seperti mereka, akan sangatt banyak jalan bagi orang bersungguh2. Aku pun ingat pesan Imam Syafii, yaitu.. 

أَخِي لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيكَ عَنْ تَفْصِيلِهَا بِبَيَانِ
ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌوَبُلْغَةٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُولُ زَمَانِ

Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan enam perkara
Akan aku beritahukan padamu perinciannya degan jelas, (yaitu) :
1. Kecerdasan, 2. Semangat, 3. Kesungguhan, 4. Bekal yang cukup (harta), 5. Bimbingan ustadz 6. dan waktu yang lama.

Ucapan Terimakasih

Alhamdulillah, Ya Allah Ya Rahim, Ya Razaq, Ya Aliim.. Terimakasih banyak telah melapangkan hatiku untuk yakin pergi menjemput ilmu pengetahuan dan pengalaman serta silaturahmi dengan sesama. Tolong jadikan semua itu berkah yang berisi limpahan kebaikan dan menerangi jalan kehidupanku ke arah yang positif. Terimakasih atas segala pertologan. Tiada daya dan upayaku melainkan atas kehendakMU.

Mamah, bapak dan Aa, terimaksih selalu jadi garda terdepan mendukung aku melakukan kegiatan positif. Terimakasih selalu mau berkorban untuk kebaikanku, semoga Allah balas segala dukungan kalian dengan kebaikan yang jauhh lebih banyak. Tolong tetap sehat, aku sayang kalian.

Ara, makasih lagi udh lapang selalu gue mintain pendapat, ajak curhat dan lain sebagainya. Kita selalu punya desire untuk jd top on some achievement, tapi mari saling beri bahu dan genggaman tangan untuk sama2 maju.

Vira, udh mau nungguin aku FGD abis shooting video promosi di fakultas sampe malemmm T_T

Kakak2 dan teman2 yang selalu memberi dukungan positif, mendoakanku, dan menunggu ceritaku, terimakasih kaliann semua menghidupkan perasaanku. Jazakumullah khair.

 

Komentar

  1. Mpiii dari awal se BA udh kebaca bgt km tuh hebat bgt. Sukses dan sehat selalu ya km kedepannya aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uzbekistan Part II - Kota Tua itu Bernama Bukhara

Bismillah.. Papan Petunjuk Lokasi di Bukhara Aku bergegas turun dari mobil cevrolet tua di depan sebuah stasiun kereta. Sesaat setelah menutup pintu, aku menggeret-geret koper dan berlari kecil menuju pintu stasiun. Udara terasa sangat dingin, disertai butiran salju halus berjatuhan. Halaman stasiun tampak putih. Sebelum masuk, aku dan temanku menyempatkan diri untuk singgah di toko kecil di depan pintu stasiun, kami memberi cemilan dan air mineral sebagai bekal untuk 7 jam perjalanan kereta. Setelah memasuki stasiun, udara seketika menghangat. Kutengok sekeliling, semua wajahnya asing, postur tubuhnya tinggi tegap dengan mantel tebal. Kami cukup kesulitan mencari tempat duduk. Terdengar hingar bingar pengumuman dari sumber pengeras suara, namun semuanya tidak kumengerti. Tidak ada pengumuman susulan berbahasa Inggris. Karena khawatir terlewat, kami segera bertanya ke petugas terkait jadwal keberangkatan kereta, yang ternyata masih menunggu sesuai jadwal di tiket.  Mengantri di St....

Negara ke 5: Uzbekistan Part I

Bismillah.. Seperti memutar kaset film favorit, ingatan tentang perjalananku dua bulan lalu terus muncul di kepala. Mulai kusut karena setiap adegan muncul bersamaan, tampak harus kutulis agar terurai rapih dan tayang dengan baik di otakku. Menuju Tashkent, Ibu Kota Uzbekistan Masih sangat jelas rasanya duduk di pesawat dari Istanbul menuju Tashkent. Melintasi langit Baku, Azerbaijan. Aku memandangi monitor yang lebih jadul daripada pesawat sebelumnya. Lebih susah di zoom dan disentuh, responnya lambat dan layarnya tidak HD. Saat itu cuaca terasa panas, cahaya matahari masuk langsung lewat jendela, meskipun pemandangan gunung bersalju tampak cantik di bawah sana, akhirnya aku dan temanku memutuskan menutupnya. Ku tengok sekeliling pesawat, kursi tampak banyak yang kosong, dan semua fitur wajahnya asing, tidak ada yang mirip sepertiku yang kurasa punya khas wajah SEA. Mereka tampak menganggap pesawat sebagai rumah sendiri, tidur selonjoran karena sampingnya kursi kosong. Penerbangan yan...

3 Negara : Part 1 - Niat Satu Negara, Eh Jadi Tiga

Bismillah.. Pada awal bulan Februari aku dan temanku pergi ke 3 negara ASEAN, yaitu Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Aku sudah janji akan ceritakan pengalaman kami dari PoV-ku. Alasan aku menulis ini, pertama untuk mengabadikan ceritaku, kedua untuk membantu siapapun yang membutuhkan cerita ini. Karena  pada tahap rencana, aku pun membaca puluhan blog sebagai bahan risetku untuk persiapan pergi. Dan aku terbantu oleh tulisan2 traveler tersebut, aku harap demikian tulisanku dapat membantu yang lain. Tulisan ini akan aku bagi menjadi 3 part.  Part 1 : tentang Persiapan Part 2 : tentang Budgeting dan Experience Part 3 : tentang Lessons  Persiapan Solo atau Travel Agent? Aku dan temanku mempersiapkan semuanya tanpa travel agent. Mulai dari riset tempat, akomodasi, transportasi dan lain sebagainya. Kita gak pake Visa ya, karena passport kita bisa izin tinggal ke negara2 itu, cek aja passport kita bisa masuk gratis kemana aja, cari di google ya. Jadi dokumennya cukup passpost...